PLN Mau Pangkas 21 Anak Usaha, Target Rampung 2028

BeritaLokal, Jakarta – PT PLN (Persero) terus melakukan reengineering struktur perusahaan dalam rangka memperkuat sistem kelistrikan nasional dan meningkatkan efisiensi operasional. Dalam dua tahun ke depan, perusahaan listrik nasional tersebut menargetkan penghapusan 21 entitas usaha dari grupnya, sehingga jumlah total entitas akan diakui sekitar 23 pada akhir 2028. Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari program transformasi korporatif yang dipandu oleh Kepala Badan Pengaturan BUMN, Dony Oskaria.

Selain reformasi struktural, PLN juga fokus pada pengembangan RUPTL (Rencana Ujung Tengah Laporan) 2025-2034. Proyek infrastruktur listrik nasional yang sedang dijalankan mencapai sekitar 1.634 proyek, atau setara 40 persen dari total rencana. Pemimpin PLN mengatakan capaian ini menunjukkan komitmen untuk mempercepat pembangunan jaringan listrik yang mampu menangani kebutuhan energi yang terus meningkat.

Pada sektor kelistrikan Sumatera, PLN tengah melakukan evaluasi sistem pasca-gangguan. Dony Oskaria menyebut proyek strategis seperti penguatan infrastruktur backbone kelistrikan, pembangunan jaringan transmisi 500 kV, 275 kV, dan 150 kV, serta penambahan kapasitas pembangkit di berbagai wilayah. Langkah ini bertujuan memperkuat ketahanan sistem listrik dan mengurangi risiko gangguan.

Dony juga menegaskan bahwa transformasi BUMN harus dilakukan secara menyeluruh untuk menyederhanakan struktur korporasi, mengurangi tumpang tindih bisnis, serta mencegah konflik internal. Dalam dua tahun terakhir, sebanyak 180 perusahaan BUMN telah ditata melalui skema konsolidasi, restrukturisasi, divestasi, dan pembubaran. Proses ini diinisiasi oleh BP BUMN dalam rangka memastikan setiap entitas memiliki peran yang jelas untuk mendukung daya saing nasional.

Dony menekankan bahwa transformasi korporatif PLN harus terfokus pada bisnis inti, tata kelola yang kuat, dan penghasilan nilai ekonomi. “Streamlining BUMN bukan hanya mengurangi jumlah perusahaan, tetapi juga memperkuat kinerja dan keandalan sistem listrik,” kata dia. Proses ini diiringi diskusi antara BP BUMN dan Danantara Asset Management (DAM) untuk menyelesaikan struktur perusahaan yang masih tidak optimal.

Pemerintah melihat pentingnya transformasi BUMN sebagai bagian dari rencana transisi energi nasional. Dony menyebut bahwa keberhasilan program ini akan memastikan PLN tetap menjadi penyedia tenaga listrik andal, sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi dan agenda transisi energi di Indonesia.

Artikel Terkait

0