BeritaLokal, Jakarta – PT Intra Golflink Resorts Tbk (GOLF) mulai menyiapkan strategi untuk memenuhi ketentuan baru dari Bursa Efek Indonesia (BEI) terkait peningkatan porsi kepemilikan saham publik (free float) menjadi minimal 15%. Perusahaan, yang berada dalam kelompok emiten masa transisi selama tiga tahun, tengah memperbarui kebijakan operasional agar tidak mengganggu kinerja perusahaan dan pemegang saham eksisting.
Komisaris Independen GOLF, Royani, menjelaskan bahwa waktu untuk menyesuaikan struktur kepemilikan masih cukup luas. Ia menyatakan bahwa pihaknya sedang mempertimbangkan berbagai opsi aksi korporasi yang dapat dilakukan tanpa mengurangi nilai perusahaan atau kepentingan pemegang saham. “Kami masih dalam proses evaluasi skema yang dipilih, terutama untuk memastikan bahwa setiap langkah memberikan manfaat optimal dan mendukung likuiditas saham,” kata Royani dalam wawancara terkini.
Meski demikian, belum ada langkah konkret yang diumumkan. Skema-ske-ma masih dalam tahap pembahasan internal sebelum ditentukan secara resmi oleh perusahaan. GOLF juga ingin memastikan bahwa setiap opsi yang dipilih tidak hanya mengurangi risiko, tetapi juga meningkatkan keunggulan persaingan di pasar modal.
Dalam data kepemilikan saham terbaru, mayoritas saham GOLF masih dikuasai oleh PT Bali Pecatu Graha sebesar 88,49%, sementara porsi saham PT Mandalapratama Permai hanya mencapai 1,15%. Sementara saham yang beredar di publik tercatat sebesar 10,01%. Dengan komposisi tersebut, perusahaan membutuhkan tambahan sekitar 5% porsi kepemilikan publik untuk menyelesaikan target free float minimum yang ditetapkan BEI.
Tahun 2025, GOLF mencatat pendapatan sebesar Rp 215,52 miliar atau naik 9% dibandingkan tahun sebelumnya, dengan peningkatan terutama dari bisnis real estate dan segmen golf. Namun, laba bersih perusahaan turun 23,3%, mencapai Rp 51,80 miliar. Sementara itu, laba kotor meningkat 7,8% menjadi Rp 129,09 miliar.
Pada kuartal I-2026, GOLF membukukan pendapatan sebesar Rp 28,824 miliar dengan pertumbuhan 1,3% dibandingkan kuartal sebelumnya. Laba bersih mencapai Rp 1,595 miliar, naik 20,6% dari periode sama tahun lalu. Peningkatan laba usaha yang signifikan, sebesar Rp 3,175 miliar, menjadi penopang utama pertumbuhan keuntungan perusahaan.
Dengan data ini, GOLF terus berjuang untuk menjaga stabilitas finansial sambil mempersiapkan langkah strategis dalam rangka memenuhi ketentuan BEI.
Artikel Terkait
ASML Tawarkan Bonus Karyawan 20.000 Euro
21 Juli 2026
IPO RANS: Bukti Industri Kreatif Indonesia
15 Juli 2026
Saham Circle Melonjak Usai Mendapat Izin Bank
12 Juli 2026
Crypto: Strategi Opsi untuk Mengurangi Risiko Investasi
2 Juli 2026
American Bitcoin Lakukan Pemecahan Saham 1:15 untuk Memenuhi Persyaratan Nasdaq
2 Juli 2026
PTBA Sebar Dividen Rp 114,50 per Saham, Cek Jadwal Pembagiannya
13 Juni 2026
BRI Buyback Saham Rp 500 Miliar
12 Juni 2026
Reli Harga Bitcoin Tergantung Arah Kebijakan The Fed
12 Juni 2026
Memuat komentar...