Truk Makanan di Belanda Terima Puntung Rokok sebagai Alat Pembayaran

beritalokal.my.id, Amsterdam- Sebuah truk makanan di Belanda menemukan cara unik untuk membantu mengurangi polusi plastik dengan menerima puntung rokok sebagai alat pembayaran. Melalui program tersebut, pengunjung festival dapat menukar puntung rokok yang mereka kumpulkan dengan makanan dan minuman, sekaligus berkontribusi membersihkan lingkungan dari sampah yang sulit terurai.

Dilansir dari AsaTĂș News, Selasa (2/6/2026), truk makanan bernama WasteBar menawarkan poffertjes, pancake mini khas Belanda, kepada pengunjung yang mengumpulkan sampah. Satu porsi poffertjes dapat diperoleh dengan menukarkan 20 puntung rokok, sedangkan minuman dapat ditukar dengan 10 puntung rokok.

Selain puntung rokok, pengunjung juga dapat menukarkan sampah plastik untuk mendapatkan makanan dan minuman yang tersedia di truk tersebut.

Inisiatif tersebut muncul sebagai respons terhadap tingginya biaya penanganan sampah puntung rokok di Belanda. Setiap tahun, pemerintah daerah menghabiskan sekitar 36 juta euro untuk membersihkan limbah tersebut dari ruang publik.

Puntung rokok diketahui mengandung plastik, logam berat, serta berbagai zat beracun yang dapat mencemari lingkungan dan membutuhkan waktu lama untuk terurai. Secara global, limbah puntung rokok juga menjadi salah satu bentuk polusi plastik yang paling banyak ditemukan.

Program WasteBar berawal dari pengalaman pengusaha asal Belanda, Noreen van Holstein, yang terlibat dalam kegiatan pembersihan pantai di Goa, India, pada 2019. Terinspirasi oleh upaya tersebut, ia kemudian bekerja sama dengan Lalita van Lamsweerde mendirikan sebuah yayasan dan meluncurkan WasteBar pada 2022.

Sejak mulai beroperasi, WasteBar telah hadir di lebih dari 50 acara publik di Belanda dan berhasil mengumpulkan lebih dari 500.000 puntung rokok.

Pendekatan tersebut dinilai efektif karena mengajak masyarakat berpartisipasi langsung dalam menjaga kebersihan lingkungan. Program ini juga bertujuan meningkatkan kesadaran, khususnya di kalangan anak-anak dan generasi muda, bahwa pengelolaan sampah merupakan tanggung jawab bersama yang dapat dilakukan melalui cara-cara kreatif dan menyenangkan.



error: Content is protected !!