Manhattanhenge Kembali Hiasi Langit New York, Apa Itu?

beritalokal.my.id, Washington, D.C. – Ribuan warga dan wisatawan memadati sejumlah ruas jalan di Manhattan, New York, untuk menyaksikan fenomena langka Manhattanhenge yang kembali terjadi pada akhir Mei. Peristiwa ini terjadi ketika matahari terbenam sejajar dengan jaringan jalan utama Manhattan, menciptakan pemandangan spektakuler di antara deretan gedung pencakar langit.

Dilansir dari ABC News, Selasa (2/6/2026), Manhattanhenge pertama tahun ini berlangsung saat matahari terbenam terlihat tepat di antara bangunan-bangunan tinggi di Manhattan. Fenomena tersebut kembali muncul pada hari berikutnya dalam bentuk yang lebih sempurna, ketika seluruh cakram matahari tampak berada tepat di celah antara gedung-gedung sebelum tenggelam di cakrawala.

Fenomena serupa dijadwalkan kembali terjadi pada 11 dan 12 Juli 2026.

Manhattanhenge merupakan salah satu fenomena astronomi paling populer di New York karena hanya terjadi dua kali dalam setahun. Peristiwa ini secara rutin menarik perhatian fotografer, penggemar astronomi, hingga masyarakat umum yang ingin mengabadikan momen langka tersebut.

Istilah Manhattanhenge pertama kali diperkenalkan pada 1997 oleh astrofisikawan Neil deGrasse Tyson. Direktur Hayden Planetarium itu terinspirasi setelah mengunjungi Stonehenge di Inggris dan melihat kemiripan antara posisi matahari yang menerangi monumen kuno tersebut dengan matahari yang tampak sejajar di antara gedung-gedung Manhattan.

Berbeda dengan Stonehenge yang diyakini dibangun dengan mempertimbangkan aspek astronomi, Manhattanhenge terjadi akibat tata letak jalan-jalan Manhattan yang membentuk sudut tertentu terhadap arah matahari terbenam.

Sejumlah lokasi menjadi titik favorit untuk menyaksikan fenomena tersebut, terutama di sepanjang jalan utama yang membentang dari timur ke barat. Beberapa di antaranya berada di Jalan ke-14, Jalan ke-23, Jalan ke-34, Jalan ke-42, dan Jalan ke-57.

Kondisi cuaca menjadi faktor penting dalam pengamatan Manhattanhenge. Langit yang cerah memungkinkan matahari terlihat jelas saat berada di antara gedung-gedung, sementara awan tebal atau hujan dapat menghalangi pemandangan fenomena tersebut.



error: Content is protected !!