Inflasi di Eropa Meningkat Gara

BeritaLokal, Jakarta – Inflasi di Zona Euro mencapai sekitar 3,2% pada Mei 2026, menunjukkan kenaikan yang terus berlanjut akibat pemicu harga energi yang tinggi. Data resmi dari Bank Sentral Eropa (ECB) mengungkapkan bahwa kenaikan ini dipengaruhi oleh kenaikan harga minyak dan gas bumi sebesar 10,9% pada bulan tersebut, menambah tekanan pada inflasi tahunan. Perang antara Amerika Serikat (AS) dan Iran yang terus berlangsung menjadi faktor utama dalam meningkatnya biaya energi global.

Selain itu, angka inflasi jasa mengalami kenaikan dari 3% ke 3,5%, sementara harga makanan, alkohol, dan tembakau turun menjadi 2% dari 2,4%. Perbedaan tingkat inflasi antar negara Eropa mencatutkan perbedaan ekonomi. Jerman mengalami penurunan inflasi tahunan sebesar 0,2% dari 2,9% pada April, sementara Yunani dan Lithuania melihat kenaikan di atas 5%. Di Prancis, inflasi naik dari 2,5% ke 2,8% pada Mei.

ECB memperkirakan kemungkinan menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin dalam pertemuan akhir bulan ini. Data LSEG menunjukkan bahwa risiko kenaikan suku bunga meningkat karena inflasi terus melonjak di atas target 2%. Kenaikan harga energi, yang menjadi penyebab utama, juga memperlihatkan dampak yang berkelanjutan pada ekonomi Eropa.

Guncangan energi akibat perang Iran semakin permanen, meskipun harga minyak tetap lebih rendah daripada prediksi skenario terburuk. Ekonom Carsten Brzeski dari ING menyatakan bahwa inflasi yang meningkat pada Mei menunjukkan kebutuhan ECB untuk mempertimbangkan kenaikan suku bunga sebagai asuransi, meskipun langkah ini tidak akan berupa kenaikan tajam. “Kenaikan moderat dan bertahap menjadi solusi terbaik saat ini,” kata Brzeski.

Perkiraan inflasi di Zona Euro terus mengalami tekanan karena harga energi yang tetap tinggi, bahkan meskipun perang masih belum selesai. Dampaknya akan memengaruhi berbagai sektor, termasuk transportasi dan makanan, yang menjadi bagian dari dinamika inflasi global.

Sementara itu, harga minyak dan gas bumi tetap menekan perekonomian Eropa, dengan peringatan bahwa kenaikan suku bunga ECB bisa terjadi dalam waktu dekat. Dengan situasi ini, ekonom memperkirakan bahwa inflasi akan terus menggerus kepercayaan masyarakat terhadap stabilitas ekonomi di zona euro.

Artikel Terkait

0