BeritaLokal, Naypyidaw – Ledakan di Gudang Bahan Peledak di Myanmar Tewaskan 46 Orang
Sejumlah korban tewas akibat ledakan mengguncang sebuah bangunan penyimpanan bahan peledak di wilayah timur laut Myanmar pada Minggu (31/5/2026). Kejadian tersebut terjadi di Desa Kaungtup, kabupaten Namhkam, yang berada di bawah kendali Tentara Pembebasan Nasional Ta’ang (TNLA), sebuah kelompok bersenjata etnis yang terlibat konflik dengan pemerintah pusat Myanmar.
Sekitar 46 orang tewas, termasuk enam anak-anak, sementara 74 korban luka dilarikan ke rumah sakit setempat. Petugas penyelamat mengatakan bahwa hingga malam hari, sebanyak 46 jenazah telah ditemukan dan dibawa untuk dikremasi. Ledakan terjadi sekitar tengah hari di lokasi yang berada di sekitar kota perbatasan China, dengan sejumlah bangunan rusak dan puing-puing terdapat di sekitarnya.
Petugas penyelamat dari TNLA mengatakan bahwa ledakan terjadi di tempat penyimpanan bahan peledak yang digunakan untuk aktivitas pertambangan. “Gelignite disimpan oleh departemen ekonomi kelompok itu untuk digunakan di lokasi pertambangan,” kata mereka, sementara penyelidikan penyebab ledakan masih berlangsung.
Konflik antara TNLA dengan pemerintah Myanmar telah memicu krisis keamanan dan politik yang luas dalam negara. TNLA, anggota Aliansi Tiga Persaudaraan (Three Brotherhood Alliance), menguasai wilayah Namhkam sejak serangan besar terhadap militer Myanmar di akhir 2023. Meski telah menandatangani perjanjian gencatan senjata dengan pemerintah Myanmar pada Oktober 2023, hubungan kedua pihak tetap tegang.
Pemerintahan militer Myanmar yang mengambil alih kekuasaan dari Aung San Suu Kyi pada 1 Februari 2021 telah memicu protes besar-besaran di berbagai wilayah. Setelah demonstrasi damai dibubarkan dengan kekerasan, banyak pihak menentang pemerintahan militer dan mengangkat senjata, memperparah konflik bersenjata yang kini meliputi sebagian besar wilayah Myanmar.
Lembaga penyiar China, CCTV, menyebutkan bahwa ledakan terjadi di lokasi penyimpanan bahan peledak dalam jumlah besar. Otoritas setempat telah memberikan bantuan darurat, layanan medis, dan dukungan pemukiman kembali bagi warga yang terdampak. TNLA juga mengklaim bahwa penyelidikan penyebab ledakan masih berlangsung.
Bahan peledak seperti gelignite sering digunakan dalam pertambangan dan peledakan batuan, namun dapat sangat tidak stabil jika disimpan dengan cara yang salah. TNLA menyebutkan bahwa mereka menyerahkan bahan peledak ke departemen ekonomi untuk digunakan di lokasi pertambangan, meski pernyataan ini belum diterima pemerintah pusat Myanmar.
Konflik antara TNLA dan militer Myanmar terus berlangsung, dengan peristiwa ini menjadi bagian dari krisis politik dan keamanan yang melanda Myanmar sejak kudeta tahun 2021. Dalam skenario ini, ledakan di Desa Kaungtup memperparah ketegangan yang telah mengakibatkan kerusakan lingkungan dan sosial di wilayah timur laut negara.
Artikel Terkait
Bebi Romeo: Menyesali Diri Setelah Anak Nyaris Tenggelam
21 Juli 2026
Suami dan Anak Dihabiskan Ombak Bali, Diberi Tangan Lencana
20 Juli 2026
Pesta Juara Liga Champions PSG Rusuh, 780 Orang Ditangkap
1 Juni 2026
Produksi Beras Indonesia Mendorong Rekor Puncak di Asia Tenggara Hari Ini
20 Juni 2026
BI Rate Meningkat Kembali, Masyarakat Mulai Ragu Pinjam ke Bank
20 Juni 2026
Pilih Rumah Baru! Jangan Lewatkan Langkah Penting Ini
20 Juni 2026
IMD: Peringkat Daya Saing Indonesia Meningkat
20 Juni 2026
Harga Perak Antam Mengalami Kenaikan Tetap di Rp 43.150 Hari Ini
20 Juni 2026
Memuat komentar...