Ledakan Meteor Setara 300 Ton TNT Guncang Langit AS

beritalokal.my.id, Washington, DC – Suara dentuman keras yang terdengar di berbagai wilayah New England, Amerika Serikat (AS), pada Sabtu (30/5/2026) sore memicu kepolisian dan sejumlah lembagabergerak cepat mencari tahu penyebabnya. Selain suara menggelegar, sejumlah warga juga melaporkan bangunan yang mereka tempati sempat berguncang akibat peristiwa tersebut.

American Meteor Society (AMS) menyatakan bahwa dentuman yang didengar warga sebenarnya disebabkan oleh sebuah meteor berukuran hampir 1 meter. Batuan antariksa tersebut memasuki atmosfer Bumi di sekitar perbatasan New Hampshire dan Massachusetts, tepat di sebelah utara Boston.

Pejabat NASA seperti dikutip dari laporan Associated Press mengonfirmasi bahwa meteor tersebut merupakan material alami, bukan satelit atau sampah antariksa. Objek ini tercatat memasuki atmosfer pada pukul 14.06 waktu setempat.

Pemantau program AMS, Robert Lunsford, mengatakan pihaknya menerima puluhan laporan dari wilayah Delaware hingga Montreal, Kanada. Warga melaporkan mendengar dentuman ganda, merasakan tanah bergetar, hingga melihat bola api (fireball). Menurut Lunsford, fenomena ini tampak menyerupai bintang jatuh di langit pada siang hari.

“Itu jelas lebih besar daripada bola api biasa, ukurannya sekitar 0,9 meter,” kata Lunsford.

Meski memicu gelombang kejut yang masif, Lunsford menyebut kecil kemungkinan meteor tersebut menghantam permukaan Bumi.

“Kami memerlukan lebih banyak informasi mengenai lintasan, kecepatan, dan aspek lainnya untuk mengetahui secara pasti apakah meteor itu mencapai permukaan tanah. Namun, jika tidak terbakar habis, kemungkinan besar meteor itu jatuh ke laut,” ujarnya.

“Sebagian besar meteor memang terbakar habis sebelum mencapai permukaan Bumi.”

Juru bicara NASA Allard Beutel menjelaskan meteor tersebut melaju dengan kecepatan ekstrem sekitar 120.700 kilometer per jam. Batuan itu kemudian pecah menjadi beberapa bagian pada ketinggian sekitar 60 kilometer di atas permukaan Bumi.

NASA memperkirakan energi yang dilepaskan saat meteor itu pecah setara dengan 300 ton bahan peledak TNT. Pelepasan energi masif inilah yang memicu suara dentuman sonik ganda.

Di media sosial, warga di beberapa negara bagian AS membagikan kesaksian mengenai bangunan yang terasa berguncang. Sejumlah video yang diunggah di platform X merekam suara yang terdengar seperti dua dentuman berurutan, tanpa adanya visual api maupun asap di sekitar lokasi warga.

Guncangan tersebut juga membuat warga mengirimkan laporan kepada U.S. Geological Survey (USGS) dan mencatat apa yang mereka rasakan melalui National Earthquake Information Center, sebagaimana dikonfirmasi oleh juru bicara lembaga tersebut, Steve Sobie.

USGS bahkan langsung membuka laman khusus untuk kejadian ini berdasarkan banyaknya laporan “Did you feel it?” yang masuk ke situs web mereka. Kendati demikian, Sobie menegaskan bahwa tidak ada aktivitas tektonik yang terekam oleh seismograf milik lembaga tersebut. Hal ini membuktikan bahwa guncangan murni berasal dari gelombang kejut udara, bukan disebabkan oleh gempa.



error: Content is protected !!