Bandara Utama Israel Merugi Akibat Kehadiran Pesawat Militer AS

beritalokal.my.id, Tel Aviv – Kehadiran pesawat militer Amerika Serikat (AS) di Bandara Ben Gurion, Israel, telah menyebabkan otoritas bandara negara itu mengalami kerugian sebesar 700 juta shekel dalam dua bulan terakhir. 

Direktur Jenderal Otoritas Bandara Israel Sharon Kedmi pada Kamis (28/5) mengatakan bahwa Bandara Ben Gurion saat ini hanya beroperasi pada sepertiga kapasitasnya akibat keberadaan pesawat pengisian bahan bakar militer AS. Pernyataan tersebut disampaikan sebagaimana dikutip oleh penyiar publik Israel, KAN.

“Kami hanya memanfaatkan sepertiga dari kapasitas operasional bandara,” kata Kedmi.

Ia menambahkan bahwa sekitar 70 persen aktivitas di bandara tersebut dibatasi karena ruang dan sumber daya yang digunakan untuk operasi militer AS.

“Kami sudah berada di batas kemampuan kami,” ujarnya, seraya memperingatkan bahwa pembatalan penerbangan tambahan akan diumumkan dalam beberapa hari mendatang.

Kedmi memperingatkan pula bahwa kerugian dapat membengkak hingga miliaran shekel apabila kondisi saat ini terus berlangsung.

Bandara Militer dengan Aktivitas Sipil Terbatas

Kedmi lebih lanjut menuturkan bahwa otoritas bandara sebelumnya memperkirakan sebanyak 18 juta penumpang akan melalui Bandara Ben Gurion tahun ini. Namun, berdasarkan perkiraan terbaru, jumlah tersebut kemungkinan tidak akan melebihi 15 juta penumpang.

Menurutnya, maskapai asing tidak akan kembali beroperasi dalam waktu dekat. Sementara itu, hingga 3 juta penumpang berpotensi terdampak oleh gangguan dan pembatalan penerbangan.

Puluhan pesawat tanker militer AS saat ini ditempatkan di Bandara Ben Gurion, gerbang internasional utama Israel yang berada di dekat Tel Aviv.

Awal bulan ini, media Israel mengutip Kepala Otoritas Penerbangan Sipil Shmuel Zakay, yang menyatakan bahwa keberadaan pesawat militer AS di Bandara Ben Gurion telah melumpuhkan penerbangan sipil, menunda kembalinya maskapai asing, serta mendorong kenaikan harga tiket.

Zakay dilaporkan menyampaikan kepada Menteri Transportasi Israel Miri Regev bahwa Bandara Ben Gurion telah berubah menjadi pangkalan udara militer dengan aktivitas sipil yang terbatas, seraya memperingatkan bahwa situasi tersebut merugikan maskapai-maskapai lokal.



error: Content is protected !!