BeritaLokal, New York – Laporan yang dirilis oleh Badan Meteorologi Inggris (UK Met Office) pada 28 Mei 2026 menunjukkan risiko signifikan bahwa suhu Bumi akan mencapai rekor baru sebelum 2030. Menurut analisisnya, terdapat peluang 86 persen untuk satu dari lima tahun (2026-2030) menjadi tahun terpanas dalam sejarah. Selain itu, ada kemungkinan 91 persen bahwa suhu global akan melebihi batas 1,5°C di atas tingkat pra-industri selama satu tahun ke depan.
Kebutuhan untuk mempertahankan target iklim dalam Perjanjian Paris (2015) tergantung pada penurunan pemanasan jangka panjang, bukan suhu tertentu per tahun. Namun, laporan ini menyoroti laju pemanasan global yang semakin cepat dan frekuensi cuaca ekstrem yang meningkat. Suhu global tahunan antara 2026-2030 diperkirakan berada di kisaran 1,3°C hingga 1,9°C di atas rata-rata periode 1850-1900. Dengan peluang 75 persen untuk melebihi batas 1,5°C dalam lima tahun, risiko terus meningkat.
“Ada fenomena El Niño yang diperkirakan terjadi pada akhir 2026, yang dapat memicu suhu 2027 menjadi rekor tertinggi,” kata penulis utama laporan, Leon Hermanson. Laporan ini menggambarkan perubahan iklim yang semakin tajam, terutama di kawasan Arktik, di mana suhu lima musim dingin berikutnya diperkirakan naik 2,8°C di atas rata-rata 1991-2020. Kenaikan ini lebih dari tiga setengah kali lipat dibandingkan peningkatan global yang disebabkan oleh perubahan iklim.
Peningkatan suhu Arktik memicu kekhawatiran terhadap hilangnya es laut di Laut Barents, Bering, dan Okhotsk, yang berdampak pada ekosistem, pola cuaca, dan ketersediaan sumber daya. Perubahan pola curah hujan global juga diperkirakan memperluas wilayah dengan curah hujan tinggi di Sahel, Eropa Utara, Alaska, dan Siberia, sementara wilayah subtropis akan mengalami kering.
Laporan ini menekankan pentingnya perencanaan strategis untuk menghadapi risiko iklim yang semakin berat. Pemerintah, pusat iklim regional, serta badan meteorologi nasional diharapkan menggunakan proyeksi ini sebagai dasar dalam merancang langkah-langkah mitigasi. Dengan sumber daya terbatas dan dampak ekosistem yang luas, upaya mengurangi emisi dan meningkatkan ketahanan lingkungan menjadi kunci untuk mempertahankan stabilitas iklim di masa depan.
Artikel Terkait
Super El Niño Memaksa Indonesia Rentan Inflasi Global
27 Juli 2026
Stok Beras 5,2 Juta Menjamin Pasokan Saat El Nino
23 Juli 2026
Bank Indonesia Tambah Pengendalian Inflasi Pangan vs ElNino
23 Juli 2026
Cadangan Pangan Indonesia Lebih Layak di Tengah El Nino
21 Juli 2026
Notep Terbawak Lembah Sampah Laut lewat Video ‘Radio
18 Juli 2026
AHY: Kenaikan Muka Air Laut Bukan Hanya Infrastruktur, Tantangan Global
13 Juli 2026
Perubahan Iklim Membahayakan PDB Indonesia
13 Juli 2026
Pemerintah Pastikan Indonesia Tahan El Niño
24 Juni 2026
Memuat komentar...