Portugal Catat Rekor Suhu Tertinggi untuk Bulan Mei

beritalokal.my.id, Lisbon – Portugal mencatat suhu tertinggi sepanjang sejarah untuk bulan Mei setelah termometer menunjukkan angka 40,3 derajat Celsius di Kota Mora, wilayah tengah negara itu. 

Suhu yang tercatat pada Rabu (27/5/2026) itu melampaui rekor suhu tertinggi bulan Mei sebelumnya di Portugal, yaitu 40 derajat Celsius pada 2001.

Menurut badan meteorologi Portugal seperti dikutip dari BBC, sejumlah wilayah di negara itu diperkirakan masih akan mencatat suhu di atas 35 derajat Celsius pada Jumat sebelum suhu mulai menurun.

Gelombang panas diperkirakan berlanjut hingga akhir pekan. Jerman, Spanyol, dan Swiss juga mengalami kondisi cuaca yang jauh lebih panas dari biasanya.

Prancis Siapkan Langkah Antisipasi

PerbesarSeseorang berlindung di bawah payung di depan museum Louvre di Paris saat gelombang panas yang memecahkan rekor melanda sebagian besar Eropa Barat pada Kamis 28 Mei 2026. (SIMON WOHLFAHRT/AFP)

Di Prancis, pemerintah mulai mengambil langkah antisipasi menghadapi cuaca panas ekstrem.

Perdana Menteri Prancis Sebastien Lecornu memimpin rapat para menteri pada Kamis (28/5) sore guna menyusun rencana kesiapsiagaan menghadapi cuaca panas ekstrem. Rencana tersebut mencakup upaya pencegahan kebakaran hutan serta langkah untuk memastikan ketersediaan pasokan air selama musim panas.

Ujian baccalaureate, yakni ujian akhir tingkat menengah atas yang menjadi syarat kelulusan siswa di Prancis, tetap akan berlangsung selama gelombang panas meskipun sejumlah sekolah terpaksa ditutup karena suhu di dalam gedung yang terlalu tinggi. 

Sebuah sekolah dasar di Souston, wilayah Landes, akan tetap ditutup pada Jumat setelah suhu di dalam bangunan sekolah mencapai 53 derajat Celsius pada awal pekan ini, kata seorang pejabat setempat kepada media Prancis.

Menteri Pendidikan Edouard Geffray mengatakan kepada BFMTV bahwa penyelenggara ujian dapat menggunakan ruangan yang paling teduh untuk pelaksanaan ujian. Ia menegaskan ujian tetap akan dilaksanakan karena para siswa telah mempersiapkan diri dan seluruh tahapan pelaksanaan, termasuk jadwal pengumuman hasil, sudah ditetapkan. 

Keputusan itu memicu kritik dari serikat pendidikan dan para guru. Seorang guru mengatakan kepada radio Prancis bahwa para pengajar “terpaksa membawa kipas angin mereka sendiri”.

Survei yang dilakukan serikat guru sekolah menengah Prancis menunjukkan hampir 78 persen sekolah mencatat suhu di atas 30 derajat Celsius sepanjang pekan ini. Serikat ini menerima pula laporan bahwa sejumlah guru membawa obeng untuk mencongkel jendela agar dapat dibuka.

Sebanyak 17 departemen di Prancis, termasuk wilayah barat laut negara itu dan Paris, berada dalam status peringatan oranye. Status tersebut menunjukkan bahwa masyarakat harus sangat waspada terhadap kondisi cuaca.

Suhu di Paris mencapai 33 derajat Celsius pada Kamis dan diperkirakan meningkat hingga 34 derajat Celsius pada Sabtu dan Minggu.

Polisi mengumumkan sejumlah langkah untuk mengurangi kepadatan lalu lintas di ibu kota hingga Sabtu. Langkah tersebut meliputi pembatasan kendaraan sehingga hanya mobil beremisi rendah yang diizinkan melintas serta penurunan batas kecepatan kendaraan. Pada periode yang sama, tarif tunggal akan diberlakukan untuk seluruh jaringan transportasi umum.

Di ajang French Open yang berlangsung di Paris, petenis nomor satu dunia Jannik Sinner sempat berada di jalur kemenangan sebelum kondisinya tiba-tiba menurun.

Petenis Italia itu mengeluhkan pusing dan merasa lesu sebelum akhirnya mengalami penurunan kondisi fisik secara drastis.

“Itu situasi yang sulit untuk dijalani,” ujarnya setelah pertandingan.

Namun, ia menambahkan, “Sebenarnya itu tidak ada hubungannya dengan panas, tidak ada hubungannya dengan cuaca. Itu hanya saya hari ini, dan hal seperti itu memang bisa terjadi.”

Italia dan Spanyol Keluarkan Peringatan

PerbesarPara orang tua menunggu di bawah pohon di luar sekolah dasar Isle Verte setelah gelombang panas pada awal pekan, di Soustons, Prancis Barat daya, pada Kamis 28 Mei 2026. (Philippe Lopez/AFP)

Sementara itu, Italia mengeluarkan peringatan gelombang panas tingkat merah untuk Roma setelah suhu di ibu kota mencapai 32 derajat Celsius pada Kamis.

Peringatan tingkat merah juga diberlakukan di Florence, Bologna, Brescia, dan Turin. Ini merupakan peringatan tingkat merah pertama di Italia tahun ini. Otoritas setempat memperingatkan adanya “kemungkinan dampak negatif terhadap kesehatan orang-orang yang sehat dan aktif”.

Di Spanyol, suhu di Madrid diperkirakan mencapai 35 derajat Celsius pada akhir pekan. Meski kondisi saat ini belum secara resmi dikategorikan sebagai gelombang panas, badan meteorologi negara itu menyatakan tingkat panas yang terjadi biasanya baru dirasakan pada Juli dan Agustus.

Fenomena Heat Dome dan Dampak Perubahan Iklim

Gelombang panas ini dipicu oleh fenomena heat dome atau kubah panas, yang dapat diibaratkan seperti tutup pada panci. Sistem tekanan tinggi di atmosfer menahan udara panas agar tidak bergerak keluar, sehingga suhu di permukaan terus meningkat.

Meski sulit mengaitkan satu peristiwa cuaca ekstrem secara langsung dengan perubahan iklim, para ilmuwan mengatakan bahwa perubahan iklim membuat gelombang panas terjadi lebih sering dan dengan intensitas yang lebih tinggi.

Menurut Copernicus, badan pemantau iklim Uni Eropa, Eropa telah mengalami pemanasan sebesar 0,56 derajat Celsius per dekade selama 30 tahun terakhir. Kenaikan tersebut cukup untuk membuat cuaca panas ekstrem menjadi jauh lebih parah. 

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada Kamis memperingatkan bahwa suhu rata-rata global kemungkinan akan tetap berada pada atau mendekati tingkat rekor tahun ini serta dalam empat tahun mendatang.

Sebelas tahun terpanas yang pernah tercatat seluruhnya terjadi sejak 2015. Badan cuaca dan iklim PBB menyatakan tren tersebut diperkirakan akan terus berlanjut dan rekor tahun terpanas baru kemungkinan besar akan tercipta sebelum 2031.



error: Content is protected !!