BeritaLokal, Jakarta – Pemerintah terus mempercepat pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) sebagai langkah strategis untuk meningkatkan ekonomi desa dan memperluas akses masyarakat ke barang kebutuhan pokok dengan harga terjangkau. Dengan target 80.000 unit KDKMP hingga 2029, pemerintah saat ini fokus pada pengembangan sebanyak 12.232 gerai yang telah rampung secara fisik, memasuki tahap persiapan operasional.
Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom), Muhammad Qodari, menegaskan bahwa hingga 8 Juni 2026, sebanyak 1.061 unit KDKMP telah beroperasi di dua provinsi, yaitu Jawa Timur dengan 530 unit dan Jawa Tengah dengan 531 unit. Keseluruhan gerai tersebut diresmikan secara simbolis oleh Presiden di Desa Nglawak, Nganjuk, Jawa Timur, pada 16 Mei lalu. Qodari menambahkan, pembangunan KDKMP terus bergerak dengan tuntutan yang signifikan, karena sejumlah 23.010 titik masih dalam proses pembangunan di seluruh Indonesia.
“KDKMP dirancang sebagai pusat aktivitas ekonomi desa yang memiliki tiga fungsi utama: produksi, distribusi, dan layanan masyarakat,” kata Qodari. Dalam bidang produksi, KDKMP berperan sebagai offtaker hasil pertanian, memastikan kepastian pasar bagi petani tanpa bergantung pada tengkulak. Di sisi distribusi, KDKMP menjadi pusat logistik desa yang menyalurkan barang bersubsidi maupun non-subsidi hingga ke wilayah pelosok dengan dukungan jaringan PT Pos Indonesia (Persero). Dalam layanan masyarakat, KDKMP juga berperan sebagai titik penyaluran bantuan sosial, pusat distribusi keuangan bersubsidi, dan wadah pemberdayaan UMKM desa.
Contoh manfaat yang terasa langsung bagi masyarakat adalah harga barang sembako yang lebih terjangkau. Misalnya, Minyakita dijual seharga Rp 21.000 per kemasan di pasaran, namun di KDKMP harganya hanya Rp 15.700 atau lebih murah Rp 5.300 per pouch. Sementara LPG 3 kilogram dijual seharga Rp 16.000, yang jauh lebih rendah Rp 4.000 dibandingkan harga rata-rata di agen swasta.
Selain itu, setiap unit KDKMP akan dilengkapi fasilitas penunjang seperti gerai sembako, gudang logistik, layanan simpan pinjam, apotek, dan klinik kesehatan. Dengan demikian, KDKMP diharapkan menjadi pusat ekonomi desa yang memperkuat ketahanan pangan, mengurangi angka kemiskinan, dan meningkatkan akses masyarakat ke layanan kebugaran dan kesehatan.
Pemerintah juga menargetkan sebanyak 20.000 titik KDKMP dapat diresmikan pada Agustus 2026. Meski belum mencapai target total, progres pembangunan terus berlanjut dengan perubahan strategis dalam pengelolaan sumber daya dan pelayanan masyarakat.