BeritaLokal, Jakarta – Penyanyi Toton Caribo kembali memperkuat reputasi sebagai tokoh musik Timur dengan meraih penghargaan Kategori Penyanyi Bahasa Daerah Paling Ngetop di SCTV Music Awards 2026. Dalam acara yang berlangsung di Jakarta, ia tidak hanya menangkan trofi pemenang, tetapi juga membahas kekuatan musik Timur yang mampu menggabungkan berbagai genre tanpa menyimpang dari identitas daerahnya.
Selain itu, Toton membagikan cerita perjuangan dirinya di industri musik selama 15 tahun, mulai dari awal merintis karier di Yogyakarta hingga mencapai kesuksesan saat ini. Ia menekankan bahwa kemenangan ini bukan hanya hasil keberhasilan, tetapi juga bukti dedikasi dan ketekunan dalam menghadapi tantangan seperti distribusi lagu yang sempit dulu. “Dulu kita harus bersabar karena media tidak secepat sekarang,” kata Toton.
Musik Timur didefinisikan sebagai karya yang mampu menyejukkan perasaan dengan memadukan unsur keroncong, reggae, hip-hop, dan lebih banyak lagi. Dalam konser “Ngapaen Repot” yang menjadi single favoritnya, ia menggabungkan berbagai genre untuk menciptakan lagu yang unik. “Musik ini sebenarnya jatuh dari kombinasi aliran musik, seperti keroncong, reggae, dan hip-hop,” ujar Toton. Ia menegaskan bahwa fokus pada satu genre tidak selalu benar-benar sesuai dengan keunikan musik Timur yang bisa mengalirkan berbagai nuansa tanpa merusak identitas daerahnya.
Perjuangan Toton bukan hanya tentang karya musikal, tetapi juga tentang mendorong komunitas musisi daerah untuk tampil di panggung besar. Ia menyebut SCTV Music Awards 2026 sebagai wadah inklusif yang memperkenalkan karya dari pelosok Indonesia, seperti musik daerah. “Kita bisa diberi tempat luar biasa seperti acara ini,” ucapnya. Toton juga mengapresiasi keberadaan kategori baru di SCTV Music Awards, yang membantu musisi daerah untuk berkembang dan menemukan pendengar mereka.
Dalam kesimpulan, Toton Caribo memperkuat peran sebagai pionir musik Timur dengan menunjukkan bahwa kreativitas dan ketekunan bisa menjadi alat utama dalam merajai industri musik nasional. Dengan penghargaan ini, ia juga berharap masyarakat Indonesia lebih menghargai keunikan musik daerah yang selama ini tersembunyi di balik genre populer.