TINS Tebar Dividen Rp 656,8 Miliar

BeritaLokal, Jakarta – PT Timah Tbk (TINS) menetapkan pembagian dividen sebesar Rp 656,8 miliar kepada pemegang saham pada tahun buku 2025. Nilai tersebut setara dengan 50 persen laba bersih perusahaan yang mencapai Rp 1,31 triliun. Keputusan ini disahkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025, yang diadakan di Jakarta pada Jumat (12/6/2026).

Selain dividen, dana sebesar Rp 656,8 miliar juga dialokasikan sebagai saldo laba ditahan. Dana ini akan digunakan untuk mendukung pengembangan bisnis, memperkuat struktur permodalan, dan menjaga stabilitas keuangan perusahaan.

Pada tahun 2025, PT Timah Tbk mencatat pendapatan sebesar Rp 11,55 triliun, naik 6,41 persen dari Rp 10,86 triliun pada tahun sebelumnya. Laba usaha mencapai Rp 1,91 triliun, sementara EBITDA sebesar Rp 2,76 triliun. Direktur Utama TINS, Restu Widiyantoro, mengatakan bahwa kinerja positif perusahaan didukung oleh peningkatan produktivitas, penguatan tata kelola, efisiensi operasional, dan pengelolaan keuangan yang prudent.

Produksi bijih timah mencapai 18.635 ton Sn, sementara produksi logam timah mencapai 17.815 metrik ton dan volume penjualan logam timah sebesar 16.634 metrik ton. Restu mengatakan bahwa pembagian dividen ini mencerminkan komitmen perusahaan untuk memberikan imbal hasil kepada pemegang saham di tengah capaian kinerja yang positif.

“Perseroan berkomitmen untuk terus menciptakan pertumbuhan berkelanjutan dan memberikan nilai optimal bagi pemegang saham serta seluruh pemangku kepentingan,” kata Restu.

Sementara itu, perusahaan optimistis dapat mempertahankan tren kinerja positif di tahun 2026. Prospek industri timah global masih menjanjikan, dengan sekitar 50 persen konsumsi timah dunia ditopang oleh sektor elektronik yang terus berkembang karena permintaan teknologi dan digitalisasi.

Perusahaan Yakin Pertahankan Kinerja Positif

Menurut Restu, pencapaian tersebut didukung oleh keberhasilan PT Timah dalam menjaga kinerja operasional dan keuangan sepanjang tahun melalui peningkatan produktivitas, penguatan tata kelola perusahaan, efisiensi di seluruh rantai bisnis, serta penerapan pengelolaan keuangan yang prudent.

Langkah-langkah tersebut menjadi landasan penting bagi perusahaan untuk terus menciptakan nilai tambah bagi pemegang saham sekaligus menjaga kesinambungan pertumbuhan usaha.

Prospek Industri Timah Global

Dalam 2026, PT Timah Tbk optimistis dapat mempertahankan tren kinerja positif. Prospek industri timah global masih menjanjikan, dengan sekitar 50 persen konsumsi timah dunia ditopang oleh sektor elektronik yang terus berkembang seiring meningkatnya kebutuhan teknologi dan digitalisasi.

  • Pendapatan tahunan mencapai Rp 11,55 triliun dengan naik 6,41 persen dari Rp 10,86 triliun.
  • Laba usaha sebesar Rp 1,91 triliun dan EBITDA sebesar Rp 2,76 triliun.
  • Produksi bijih timah 18.635 ton Sn, logam timah 17.815 metrik ton, dan penjualan logam timah 16.634 metrik ton.

Dengan kinerja yang positif tersebut, PT Timah Tbk berharap dapat memperkuat posisi di pasar global sekaligus menjaga daya saing perusahaan dalam menuntut kebutuhan logam timah.

error: Content is protected !!