Serunya The Virgin Syuting Film Tanah Sengketa di Citeureup, Tak Ada Sinyal Sama Sekali

BeritaLokal, Jakarta – Selain itu, The Virgin kembali ke layar lebar setelah sembilan tahun vakum dengan film Tanah Sengketa, yang dibintangi Dara dan Mita. Film ini mengisahkan Yuni (Dara), mahasiswi idealis yang tiba di Kampung Degong untuk mendirikan Taman Belajar Gratis bagi anak-anak desa. Meski inisiatifnya disambut dingin oleh warga, Yuni tetap didukung Raka (Awan Reyhan) dan diperkirakan akan menghadapi tekanan dari Pak Kades (Boy Crosby) dan Bu Inem (Dewi Sartika).

Tak terkecuali, peristiwa ini memperkuat atmosfer mistis yang muncul dalam cerita. Sulastri (Marlene Sheryl), wanita bernama gaib, menunjukkan kejutan Yuni dan Raka pada rahasia kelam yang terkubur belasan tahun. Pemandangan tersebut menciptakan dinamika khas film bergenre thriller, meski tidak menyentuh akhir yang konvensional.

Tidak ada sinyal sama sekali di lokasi syuting, membuat tim menjadi lebih dekat satu sama lain. Mita The Virgin mengatakan: “Seru banget! Syutingnya di daerah Citeureup. Sinyal enggak ada, jadi kita ngobrol terus satu sama lain. Kekeluargaan lebih erat karena tidak ada orang yang sibuk dengan handphone.” Pernyataan ini mencerminkan pengalaman unik yang dikenang Mita, di mana keterbatasan teknologi menjadi alat untuk mempererat hubungan.

Film Tanah Sengketa dibintangi Dara dan Mita dalam karya sineas Muda Saleh dan Sadly Fafa Rachman, berada di bawah naungan Ocean Production. Kembalinya The Virgin ke layar lebar menjadi syukur tersendiri bagi Dara dan Mita, yang selama ini menghadapi tantangan besar untuk menemukan sumber daya kreatif.

Selain itu, penampilan Mita dalam hijab menjadi momen penting. Ia menyatakan bahwa tampil berhijab sebagai Lina bukan tanpa tujuan: agar lebih terlihat nyaman dan sesuai dengan karakternya. Meski deg-degan saat syuting, Mita mengakui kegembiraan atas kesempatan untuk memperlihatkan diri dalam baju yang lebih khas.

Sementara itu, Raka (Awan Reyhan) menegaskan bahwa ia tidak percaya pada hal-hal mistis. “Saya skeptis terhadap klenik. Saya lebih senang memberi sudut pandang logis,” ujarnya. Pernyataan ini mencerminkan sikapnya sebagai pemuda desa yang ingin menggabungkan keinginan idealisme dengan realitas.

Film Tanah Sengketa akan tayang di bioskop Tanah Air pada 25 Juni 2026. Dengan alur cerita yang menarik dan pengalaman syuting unik, kisah ini menggabungkan elemen horor dengan nuansa lokal, menjadikannya potensi film yang menarik perhatian masyarakat.

error: Content is protected !!