SBY Ungkap Kunci Kepemimpinan di Era Ketidakpastian Global

SBY menegaskan kepercayaan publik menjadi kunci kepemimpinan di tengah ketidakpastian global, konflik geopolitik, dan perubahan ekonomi dunia.

PerbesarPresiden ke-6 Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono. (/Angga Yuniar)

 

, Jakarta – Presiden ke-6 Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menekankan pentingnya menjaga kepercayaan publik di tengah meningkatnya ketidakpastian global yang saat ini dihadapi berbagai negara.

Menurut SBY, dunia tengah memasuki era yang penuh tantangan. Kondisi tersebut ditandai dengan meningkatnya rivalitas geopolitik, konflik dan perang di sejumlah kawasan, hingga perubahan rantai pasok global yang memengaruhi perekonomian dunia.

Dalam situasi seperti itu, ia menilai pemimpin dituntut mampu menjaga kepercayaan masyarakat sekaligus menciptakan peluang di tengah berbagai disrupsi yang terjadi.

“Kepemimpinan yang kuat adalah tentang menjaga kepercayaan publik dan menciptakan peluang di tengah berbagai disrupsi,” kata SBY dalam The 2026 Asia Grassroots Forum by Amartha di Jakarta, dikutip dari Antara Kamis (4/6/2026).

SBY membagikan pengalamannya saat memimpin Indonesia menghadapi berbagai krisis besar, mulai dari dampak krisis Asia 1997-1998, bencana tsunami Aceh pada 2004, hingga krisis keuangan global 2008.

Berdasarkan pengalaman tersebut, ia menilai ada sejumlah prinsip yang harus dimiliki seorang pemimpin untuk menghadapi situasi yang penuh ketidakpastian.

Salah satu yang terpenting adalah kemampuan untuk tetap tenang ketika menghadapi tekanan. Menurut dia, kepanikan justru dapat memperburuk keadaan dan melemahkan institusi yang ada.

“Ketakutan menyebar dengan cepat pada masa-masa sulit. Kepanikan melemahkan institusi. Seorang pemimpin harus tetap tenang, jujur dan memiliki arah yang jelas,” ujarnya.

 

Pemimpin Harus Adaptif, Tapi Tetap Berpegang pada Prinsip

PerbesarPresiden ke-6 Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono. (/Angga Yuniar)

Selain mampu menjaga ketenangan, SBY menilai seorang pemimpin juga harus mampu menyeimbangkan antara pragmatisme dan prinsip dalam mengambil keputusan.

Menurut dia, dunia saat ini bergerak semakin kompleks dan dinamis sehingga setiap negara perlu bersikap adaptif serta realistis dalam merespons berbagai perubahan. Namun demikian, kemampuan beradaptasi tidak boleh membuat sebuah negara meninggalkan nilai-nilai dasar yang menjadi fondasinya.

SBY juga menyoroti pentingnya visi jangka panjang dalam proses pembangunan. Ia mengingatkan bahwa berbagai agenda strategis seperti pengembangan sumber daya manusia, reformasi institusi, penguatan ketahanan iklim, hingga inovasi tidak dapat diwujudkan dalam waktu singkat.

Karena itu, konsistensi kebijakan dan kesinambungan pembangunan menjadi faktor penting untuk mencapai hasil yang berkelanjutan.

Selain itu, ia menegaskan bahwa kepemimpinan harus mampu menghadirkan pembangunan yang inklusif agar manfaat pertumbuhan ekonomi dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat.

“Pertumbuhan yang hanya dinikmati oleh sebagian kecil kelompok masyarakat pada akhirnya akan menimbulkan ketidakstabilan,” kata SBY.

Menurut dia, pembangunan yang merata akan menjadi fondasi penting dalam menjaga stabilitas sosial dan ekonomi di tengah berbagai tantangan global.

 

SBY Optimistis terhadap Masa Depan Indonesia dan ASEAN

PerbesarPresiden ke-6 Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono. (/Angga Yuniar)

Meski dunia menghadapi berbagai ketidakpastian, SBY mengaku tetap optimistis terhadap masa depan Indonesia dan kawasan ASEAN.

Ia menjelaskan optimisme tersebut bukan karena tantangan yang dihadapi semakin ringan, melainkan karena ASEAN memiliki sejumlah modal kuat untuk terus tumbuh dan berkembang.

Menurut SBY, kawasan ini memiliki populasi usia muda yang besar, semangat kewirausahaan yang dinamis, ekosistem digital yang berkembang pesat, serta sumber daya manusia yang melimpah.

Ia juga menilai kekuatan ASEAN dan Indonesia tidak hanya berada di kota-kota besar atau perusahaan-perusahaan besar, tetapi juga tumbuh di desa-desa, komunitas lokal, hingga pelaku usaha kecil yang terus bergerak dan berinovasi.

SBY mengatakan jutaan masyarakat yang tetap bekerja, berusaha, dan membangun harapan di tengah berbagai tantangan menjadi kekuatan utama yang dimiliki kawasan ini.

Menurut dia, modal tersebut akan menjadi fondasi penting bagi Indonesia dan ASEAN untuk menghadapi dinamika global pada masa mendatang.

Dengan kepemimpinan yang kuat, pembangunan yang inklusif, serta kemampuan beradaptasi terhadap perubahan, SBY meyakini Indonesia dan ASEAN dapat terus menjaga pertumbuhan dan stabilitas di tengah ketidakpastian dunia.



error: Content is protected !!