BeritaLokal, Jakarta – Presiden ke-6 Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), menekankan pentingnya menjaga kepercayaan publik sebagai kunci kepemimpinan di tengah ketidakpastian global yang semakin mengguncang. Pernyataan ini disampaikannya dalam sebuah wawancara terbuka di Jakarta, menjelaskan bahwa penguasa harus mampu beradaptasi dengan perubahan tanpa melepaskan prinsip dasar yang mendukung stabilitas dan keberlanjutan.
Dalam situasi krisis global seperti konflik geopolitik, perubahan ekonomi, dan ancaman terhadap ketahanan sumber daya, SBY menyebutkan bahwa pemimpin harus mampu menetapkan arah yang jelas tanpa mengabaikan kebutuhan publik. “Kepemimpinan yang kuat adalah tentang menjaga kepercayaan dan menciptakan peluang di tengah berbagai disrupsi,” katanya dalam sebuah forum Asia Grassroots di Jakarta, menegaskan bahwa ketenangan dan konsistensi menjadi faktor krusial.
SBY juga mengingatkan bahwa perubahan dinamis membutuhkan kebijakan yang realistis. Ia menyebutkan bahwa Indonesia harus mampu menggabungkan adaptasi pragmatis dengan prinsip etika, seperti menjaga transparansi dan integritas dalam pengambilan keputusan. “Ketakutan bisa memperburuk situasi, tapi pemimpin harus tetap tenang, jujur, dan memiliki visi jangka panjang,” ujar mantan presiden dalam pidato tersebut.
Dalam konteks pembangunan, SBY menekankan pentingnya inklusivitas untuk mencegah ketidakstabilan sosial dan ekonomi. Ia mengatakan bahwa pertumbuhan yang merata akan menjadi fondasi utama untuk menjaga stabilitas di tengah tantangan global. “Pertumbuhan hanya dinikmati oleh sebagian kecil masyarakat berpotensi menimbulkan ketidakstabilan,” katanya, menjelaskan bahwa pembangunan harus merata agar manfaat dapat dirasakan semua lapisan masyarakat.
Meski menghadapi ketidakpastian global, SBY tetap optimistis terhadap masa depan Indonesia dan ASEAN. Ia menegaskan bahwa kawasan ini memiliki modal kuat dalam hal populasi usia muda, semangat kewirausahaan, ekosistem digital, serta sumber daya manusia yang melimpah. “Kekuatan ASEAN tidak hanya terletak di kota-kota besar, tapi juga di desa-desa dan komunitas lokal,” katanya.
Dengan kepemimpinan kuat, pembangunan inklusif, dan kemampuan adaptasi terhadap perubahan, SBY meyakini Indonesia dan ASEAN dapat menjaga pertumbuhan dan stabilitas di tengah dinamika global. “Kita harus tetap berpegang pada prinsip dasar sambil bergerak maju,” kata mantan presiden, menegaskan bahwa tantangan masa depan membutuhkan konsistensi dan kebijakan yang tajam.
Artikel Terkait
Bedah Rumah Tanpa Sertifikat Tanah – Penjelasan Maruarar
27 Juli 2026
Devisa Ekspor Tembus Rp 205,9 triliun lewat DSI satu pintu
27 Juli 2026
Film Pramuka Tayang, Angkat Nilai Kepemimpinan
22 Juli 2026
Messi Piala Dunia – Kesatuan Tim Jakam Final 2026, Raih Juara
19 Juli 2026
Coretax Memimpin Revolusi Pajak Digital di Indonesia
16 Juli 2026
Bank Jago Buka Suara Soal Merger dengan BFI Finance
13 Juli 2026
Gandeng KPK, BPJS Ketenagakerjaan Perkuat Transparansi dan Akuntabilitas Pengelolaan Dana Pekerja
27 Juni 2026
BEI Gelar Public Expose Live 2026, Jembatan Emiten dan Investor
9 Juni 2026
Memuat komentar...