BeritaLokal, Jakarta – PT Bank Jago Tbk mengungkapkan tanggapan resmi terkait isu merger dengan PT BFI Finance Indonesia Tbk, meski tidak menyebutkan detail lebih lanjut. Perusahaan yang dikembangkan sebagai bank berbasis teknologi untuk nasabah segmen Ritel, Usaha Kecil dan Menengah (UKM), serta Mass Market-dengan kantor pusat di Jakarta-mengaku belum mengetahui adanya rencana merger atau pendekatan dari investor asing.
Selain itu, Bank Jago menegaskan bahwa informasi mengenai aktivitas maupun keputusan pemegang saham berada di luar kewenangan perusahaan dan tidak dapat disampaikan lebih lanjut. Direktur Kepatuhan dan Sekretaris Perusahaan Tjit Siat Fun menyatakan, hingga saat ini tidak ada informasi material lain yang perlu diketahui publik. “Perusahaan tidak memiliki data atau kejadian yang memengaruhi kelangsungan usaha maupun harga saham,” terangnya dalam keterbukaan informasi kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin, 13 Juli 2026.
Isu merger ini menyusul berita yang muncul di pasar modal, meski belum ada bukti resmi. Bank Jago memastikan bahwa semua aktivitas terkait keputusan pemegang saham tidak dapat diperdebatkan, karena hak tersebut merupakan kewenangan masing-masing pihak. “Kita tidak bisa memberikan komentar lebih lanjut mengingat informasi ini berada di luar kendali perusahaan,” katanya.
Perusahaan juga memastikan bahwa hingga saat ini tidak ada kejadian material lain yang dapat memengaruhi dinamika pasar saham. Tjit menekankan bahwa penegasan ini bertujuan untuk menghindari konflik informasi dan menjaga reputasi perusahaan di tengah rumor yang terus berlangsung. “Kami tetap fokus pada pengembangan bisnis dan pelayanan nasabah, serta memastikan keandalan transparansi dalam proses operasional,” tambahnya.
Tidak hanya itu, Bank Jago juga mengklaim bahwa rencana merger bukanlah prioritas yang diangkat perusahaan saat ini. “Kami tidak memiliki strategi investasi atau pertumbuhan terkait dengan BFI Finance, dan semua keputusan masih berada dalam kewenangan internal,” ucapnya. Hal ini menunjukkan bahwa Bank Jago tetap menjaga jarak dari isu yang mungkin disebarkan oleh pihak ketiga.
Dampak dari tanggapan ini memperkuat peran BEI sebagai otoritas bursa dalam mengawasi kejadian terkait kepentingan publik. “Bank Jago sekarang lebih aktif mengevaluasi risiko dan mendorong transparansi dalam proses penanganan isu-isu yang menyangkut kredibilitas perusahaan,” kata sumber internal BEI.
Dalam konteks pasar modal, isu merger sering kali menjadi titik tengah perdebatan antara perusahaan, investor, dan otoritas bursa. Bank Jago memperkuat posisi mereka dengan menegaskan bahwa tidak ada kejadian yang dapat dipertanyakan, sehingga mengurangi risiko keterbukaan informasi. “Kami berkomitmen untuk menjaga kepercayaan publik dan memastikan bahwa semua aktivitas terkait keputusan saham dijalankan dengan transparansi,” pungkas Tjit.
Pada akhirnya, Bank Jago tetap menunjukkan ketegasan dalam mengelola isu yang sedang menjadi sorotan. Meski belum ada klarifikasi resmi, tanggapan perusahaan ini menjadi langkah penting untuk menjaga kredibilitas dan memastikan bahwa semua keputusan terkait kepentingan publik dijalankan dengan etika dan transparansi.
Artikel Terkait
Bedah Rumah Tanpa Sertifikat Tanah – Penjelasan Maruarar
27 Juli 2026
Devisa Ekspor Tembus Rp 205,9 triliun lewat DSI satu pintu
27 Juli 2026
Coretax Memimpin Revolusi Pajak Digital di Indonesia
16 Juli 2026
Gandeng KPK, BPJS Ketenagakerjaan Perkuat Transparansi dan Akuntabilitas Pengelolaan Dana Pekerja
27 Juni 2026
BEI Gelar Public Expose Live 2026, Jembatan Emiten dan Investor
9 Juni 2026
Emiten TLKM Beri Penjelasan Soal Kasus Hukum yang Libatkan Komisaris
5 Juni 2026
Mendag Siapkan 3 Aturan Teknis Ekspor Satu Pintu Lewat BUMN
4 Juni 2026
SBY Ungkap Kunci Kepemimpinan di Era Ketidakpastian Global
4 Juni 2026
Memuat komentar...