BeritaLokal, Jakarta – Saatnya meluncurkan saham SpaceX di Nasdaq pada Jumat (12/6/2026) menjadi momen penting bagi perusahaan roket yang dipimpin Elon Musk. Kenaikan harga saham SPCX mencapai US$ 150 atau Rp 2,68 juta, naik sekitar 11% dari harga IPO US$ 135, menunjukkan momentum permintaan pasar yang kuat. Namun, para analis mengingatkan bahwa harga pembukaan mungkin tidak bisa dipertahankan selama satu hari perdagangan, meski investor ritel menyebutnya sebagai “euforia” pada sesi sebelumnya.
Sekitar 13% dari alokasi saham SpaceX dihimpun oleh para pelaku pasar ritel, sementara perusahaan mengalokasikan porsi IPO yang lebih kecil untuk investor institusi. Chief Market Strategist Freedom Capital Markets, Jay Woods, menyebutkan bahwa permintaan publik memang ada, tetapi kinerja harga saham masih tergantung pada daya tahan ekonomi pasar. “Tidak diragukan lagi, ini adalah peluncuran yang sukses. Tapi sekarang kita akan menunggu apakah harga pembukaan bisa dipertahankan,” kata dia.
Debut SpaceX juga mendorong perubahan dinamika pasar industri luar angkasa. Saham Redwire dan RocketLab turun hingga 13% dan 12% masing-masing, mencerminkan alih fokus investor ke IPO SpaceX. Perusahaan Anthropic dan OpenAI keduanya secara rahasia mengajukan prospektus kepada regulator dalam beberapa minggu terakhir, memperkuat kemungkinan adanya gelombang IPO profil tinggi.
Gwynne Shotwell, Chief Operations Officer SpaceX, mengatakan dalam wawancara eksklusif dengan CNBC bahwa ia “tidak yakin kami akan go public,” meski menegaskan bahwa momen saat ini “sebenarnya terasa seperti waktu yang tepat.” Kebijakan alokasi saham yang lebih kecil bagi ritel, kata sumber kepada CNBC, mungkin menjadi alasan mengapa harga pembukaan masih dalam jangka pendek.
Tren dukungan Musk dari investor individu terus berkembang. Sementara saham Tesla turun 2% dalam perdagangan intraday, perusahaan roket SpaceX menciptakan potensi ribuan jutawan baru dengan IPO yang menjanjikan. Namun, kinerja pasar masih tergantung pada daya tahan harga dan dinamika ekonomi global.
Saat ini, pasar industri teknologi memantau langkah SpaceX sebagai bagian dari gelombang IPO profil tinggi. Dengan nilai saham mencapai US$ 2 triliun atau Rp 35,85 triliun (asumsi kurs dolar AS terhadap rupiah 17.930), saham SpaceX menjadi salah satu perusahaan teknologi yang paling menarik minat investor. Namun, kinerja pasar masih tergantung pada keberhasilan ekonomi dan dinamika global.