Harga Emas Perhiasan Hari Ini 8 Juni 2026: Termahal Tembus Rp 2,4 Juta

BeritaLokal, Jakarta – Harga emas perhiasan di Raja Emas dan Laku Emas mengalami kenaikan signifikan pada Senin, 8 Juni 2026, mencapai Rp 2.4 juta per gram, menjadi harga tertinggi sejak 2023. Peningkatan ini dipengaruhi oleh pergeseran pasar global yang terbukti dengan kenaikan harga emas dunia dan faktor-faktor ekonomi di AS serta konflik geopolitik.

Selain itu, harga emas spot melanjutkan penurunan sejak hari sebelumnya, meskipun tampil stabil dalam beberapa sesi terakhir. Menurut analis dari OANDA, Kelvin Wong, kenaikan suku bunga Federal Reserve (Fed) dan perubahan imbal hasil obligasi treasury menjadi pemicu utama tekanan pada harga emas. Imbal hasil Treasury naik ke level tertinggi dalam dua minggu, mengurangi daya tarik emas sebagai investasi yang menghasilkan imbal hasil.

Kondisi ekonomi AS juga memainkan peran penting. Pada Mei 2026, ekonomi Amerika Serikat melaporkan peningkatan lapangan kerja yang kuat, memberikan momentum bagi pasar tenaga kerja dan membuka ruang untuk kenaikan suku bunga Fed hingga Desember 2026. Menurut analis Cleveland Fed Beth Hammack, inflasi tinggi berkelanjutan mungkin memaksa Fed untuk segera menaikkan suku bunga untuk mengendalikan harga.

Di sisi lain, konflik di Timur Tengah dan serangan Israel terhadap target militer di Iran barat meningkatkan kekhawatiran inflasi dan kenaikan suku bunga global. Harga minyak naik lebih dari US$ 3 per barel, memperparah risiko penguapan harga emas karena tekanan inflasi.

Pada Raja Emas Indonesia, harga beli emas per gram di kategori K24 mencapai Rp 2.46 juta, sementara harga jual untuk K24 adalah Rp 2.385 juta. Untuk Laku Emas, harga jual K24 berada di Rp 2.383 juta, dengan variasi harga yang tergantung pada kadar karat. Perbedaan harga antar kategori mencerminkan kualitas dan standar emas yang diberikan oleh toko perhiasan tersebut.

Pemilik perhiasan di Jakarta mengatakan bahwa harga emas tetap stabil meskipun ada fluktuasi pasar. “Harga emas bisa berubah sewaktu-waktu sesuai dengan kondisi pasar, terutama karena kenaikan suku bunga dan kekhawatiran inflasi,” kata seorang konsumen.

Peningkatan harga emas perhiasan di Jakarta mencerminkan dinamika global yang terus berubah, dimana faktor ekonomi dan geopolitik menjadi pemicu utama pergerakan harga logam pertahanan. Para pelaku pasar perhiasan di kota ini tetap waspada menghadapi tekanan harga yang bisa naik atau turun sesuai dengan sentimen global.

Artikel Terkait

0