Rusia Digempur Ratusan Drone Ukraina saat SPIEF 2026, 1 Orang Tewas

Serangan ini muncul setelah Presiden Rusia Vladimir Putin menolak usulan pertemuan langsung dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy.

PerbesarPresiden Rusia Vladimir Putin menyampaikan pidato sambutan dalam SPIEF 2026 Plenary Session di St. Petersburg, Jumat (5/6/2026). (Dok./Khairisa Ferida)

, Moskow – Rusia mengklaim berhasil mencegat ratusan drone Ukraina yang menyerang sejumlah wilayah pada Sabtu (7/6), termasuk kawasan sekitar Saint Petersburg yang tengah menjadi tuan rumah Forum Ekonomi Internasional Saint Petersburg (SPIEF). Serangan tersebut menyebabkan satu orang tewas dan memicu kebakaran di sebuah depot minyak di wilayah selatan Rusia.

Kementerian Pertahanan Rusia menyatakan sistem pertahanan udaranya menembak jatuh 376 drone Ukraina di berbagai wilayah, termasuk Belgorod, Bryansk, Kursk, Leningrad, Moskow, Krimea, serta di atas Laut Azov dan Laut Hitam.

Serangan besar-besaran itu terjadi sehari setelah Presiden Rusia Vladimir Putin menolak usulan pertemuan langsung dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy untuk membahas upaya perdamaian.

Wilayah Leningrad, yang mengelilingi Saint Petersburg, menjadi salah satu sasaran utama. Gubernur Aleksandr Drozdenko mengatakan lebih dari 140 drone berhasil dihancurkan di wilayah tersebut.

Sementara itu, Gubernur Saint Petersburg Alexander Beglov mengeluarkan imbauan langka kepada warga agar tetap berada di dalam rumah selama serangan berlangsung, dikutip dari laman Japan Today, Minggu (7/6/2026).

Menurut Beglov, tidak ada kerusakan besar akibat serangan tersebut. Tiga orang dilaporkan mengalami luka ringan dan telah diperbolehkan pulang setelah mendapat perawatan.

Dinas Keamanan Ukraina (SBU) mengaku menargetkan pangkalan angkatan laut Kronstadt di Saint Petersburg serta Gudang Senjata ke-15 Angkatan Laut Rusia di wilayah Leningrad.

Di wilayah selatan Rusia, serangan drone juga memicu kebakaran di sebuah depot minyak di kota Ust-Labinsk. Sementara itu, puing-puing drone yang jatuh menewaskan seorang pria di wilayah Tver, menurut otoritas setempat.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy menyebut operasi tersebut sebagai “tanggapan yang adil” atas agresi Rusia terhadap negaranya.

“Sudah waktunya mengakhiri perang ini. Namun penguasa Rusia ingin terus berperang. Karena itu, tekanan dan sanksi terhadap agresi ini harus terus dilakukan,” tulis Zelenskyy melalui media sosial X.

 

Urgensi Bertemu Zelenskyy

PerbesarPresiden Amerika Serikat Donald Trump dan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy dalam pertemuan di Gedung Putih, Senin (18/8/2025). (Dok. AP Photo/Julia Demaree Nikhinson)

Serangan drone Ukraina berlangsung sehari setelah Putin menyatakan tidak melihat urgensi untuk bertemu Zelenskyy sebelum tercapai kesepakatan damai yang jelas.

Berbicara dalam Forum Ekonomi Internasional Saint Petersburg (SPIEF), Putin mengatakan pertemuan tingkat tinggi tidak akan membawa hasil tanpa adanya kemajuan substansial dalam proses negosiasi.

Pernyataan tersebut langsung mendapat respons dari Zelenskyy yang menilai Putin kembali memilih jalur perang dibanding diplomasi.

Menteri Luar Negeri Ukraina Andriy Sybiga juga mengkritik sikap Moskow. Menurut dia, Rusia telah menyia-nyiakan kesempatan untuk mengakhiri konflik melalui jalur diplomatik.

Di saat yang sama, Rusia juga melancarkan serangan baru ke sejumlah wilayah Ukraina pada Sabtu pagi.

Otoritas Ukraina melaporkan seorang pria berusia 64 tahun tewas akibat serangan drone Rusia di wilayah Mykolaiv. Di wilayah Zaporizhzhia, seorang anak laki-laki berusia 10 tahun dan ayahnya terluka akibat serangan yang sama.

Serangan drone dan artileri Rusia di wilayah Dnipropetrovsk juga dilaporkan menewaskan satu orang dan melukai tiga lainnya.

Perang Rusia-Ukraina yang dimulai sejak invasi skala penuh Moskow pada Februari 2022 hingga kini belum menunjukkan tanda-tanda mereda. Di tengah mandeknya upaya diplomatik yang dimediasi Amerika Serikat, kedua negara terus meningkatkan intensitas serangan drone lintas perbatasan dalam beberapa bulan terakhir.



error: Content is protected !!