Respons Blue Bird Soal Kenaikan BI Rate hingga Harga BBM

BeritaLokal, Jakarta – PT Blue Bird Tbk (BIRD) menegaskan bahwa kenaikan harga BBM nonsubsidi dan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI Rate) tidak memengaruhi strategi ekspansi perusahaan. Di tengah ketidakpastian geopolitik global, Blue Bird tetap fokus pada adaptasi pasar sebelum menambah kapasitas armada.

Dalam konferensi pers, Direktur Keuangan BIRD Irawaty Salim mengatakan bahwa perusahaan terus memantau dinamika suku bunga, terutama karena mitra pendanaan mulai menyesuaikan bunga pinjaman. “Ada beberapa partener kita yang sudah mulai menaikkan suku bunga,” kata Irawaty. Namun, ia menegaskan bahwa kondisi ini tidak menjadi hambatan bagi Blue Bird untuk melanjutkan ekspansi. Perusahaan akan mempertimbangkan kebutuhan pasar sebelum mengambil keputusan terkait peningkatan armada.

Pengembangan perusahaan tetap diarahkan pada pendekatan yang hati-hati, dengan menunggu adaptasi permintaan pasar. Irawaty menjelaskan bahwa kenaikan BI Rate merupakan bagian dari dinamika pasar yang wajar. “Kita mempercayai regulator untuk mempertimbangkan kondisi dunia usaha dalam setiap kebijakan,” katanya.

Selain itu, kenaikan harga Pertamax hanya memberikan dampak minor terhadap operasional BIRD karena sebagian besar armada masih menggunakan Pertalite dan Biosolar. “Kontribusi divisi ini masih kecil, sehingga impactnya tidak signifikan,” kata Direktur Utama Adrianto Djokosoetono. Meski demikian, Andre tetap optimistis bahwa kinerja perusahaan dapat berkembang sejalan dengan pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Di tengah ketidakpastian geopolitik global, Blue Bird menjaga kepercayaan masyarakat terhadap layanan transportasi listriknya. Perusahaan merencanakan 30 unit taksi bertenaga listrik untuk beroperasi mulai Mei 2019. Dengan strategi ini, BIRD bertujuan mengurangi penggunaan BBM dan menekan emisi karbon sekaligus memperkuat posisi ekonomi nasional.

Sumber: PT Blue Bird Tbk (BIRD)

error: Content is protected !!