Rekomendasi Saham Hari Ini: EMAS, BUMI, BRMS, ENRG hingga BREN

Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akan bergerak di 5.450-5.800.Berikut rekomendasi saham pada Senin, (8/6/2026).

PerbesarPekerja melintas di dekat layar digital pergerakan saham di Gedung BEI, Jakarta. (/Angga Yuniar)

, Jakarta – Analis prediksi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akan menguji tes support di 5.450-5.500. Lalu apa saja rekomendasi saham pada perdagangan saham Senin, (8/6/2026).

Berdasarkan catatan BNI Sekuritas, IHSG ditutup turun 4,2% dan disertai dengan aksi jual saham oleh investor asing Rp 3,72 triliun. Saham-saham yang paling banyak dijual asing antara lain saham TPIA, BBCA, BMRI,ANTM dan BBRI.

“IHSG berpotensi tes support di 5.450-5.500 dan jika kuat di support tersebut berpotensi rebound,” ujar Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman.

Ia menuturkan, IHSG akan bergerak di level support 5.450-5.500 dan level resistance 5.680-5.800.

Dalam riset Kiwoom Sekuritas Indonesia menyarankan untuk wait and see sebelum ambil posisi beli atau average down.

Rekomendasi Saham

Untuk rekomendasi saham hari ini, Fanny memilih saham PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS), PT Bumi Resources Tbk (BUMI), PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS), PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG), PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET), dan PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN).

Trading Idea hari ini: EMAS, BUMI, BRMS, ENRG, INET, dan BREN

  • EMAS Buy on Weakness dengan area beli di 7.275-7.400, cutloss di bawah 7.200. Target dekat di 7.500-7.725.
  • BUMI Buy on Weakness dengan area beli di 135-139, cutloss di bawah 133. Target dekat di 142-147.
  • BRMS Buy on Weakness dengan area beli di 492-510, cutloss di bawah 482. Target dekat di 525-540.
  • ENRG Buy on Weakness dengan area beli di 1.170-1.200, cutloss di bawah 1.160. Target dekat di 1.220-1.255.
  • INET Spec Buy dengan area beli di 162-168, cutloss di bawah 160. Target dekat di 173-182.
  • BREN Buy on Weakness dengan area beli di 3.450-3.590, cutloss di bawah 3.430. Target dekat di 3.700-3.800. 

 

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual saham.tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.

Penutupan IHSG pada 5 Juni 2026

PerbesarSeorang pria memantau layar yang menampilkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), yang anjlok signifikan selama pembukaan pasar, di gedung Bursa Efek Indonesia di Jakarta pada Rabu 13 Mei 2026. (BAY ISMOYO/AFP)

Sebelumnya, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) belum mampu bangkit dari zona merah. Pada penutupan perdagangan saham, Jumat, (5/6/2026), IHSG makin tertekan hingga menyentuh posisi 5.500. Koreksi IHSG terjadi di tengah sektor saham yang tertekan dipimpin sektor saham transportasi.

Mengutip data RTI, IHSG turun 4,2% ke posisi 5.594,76. Indeks saham LQ45 merosot 3,9% menjadi 557,74. Seluruh indeks saham acuan tertekan.

Menjelang akhir pekan ini, IHSG betah berada di zona merah meski sempat menguat pada awal sesi perdagangan. IHSG sempat berada di level tertinggi 5.860,67. Sedangkan di level terendah, IHSG menyentuh 5.594,11.

Tekanan IHSG itu seiring 626 saham yang melemah. Hanya 108 saham menguat dan 81 saham diam di tempat. Akan tetapi, transaksi harian saham cukup ramai. Total frekuensi perdagangan saham mencapai 2.190.237 kali dengan volume perdagangan saham 37,3 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 31,4 triliun. Posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 18.020.

Transaksi jumbo  hari ini seiring di pasar negosiasi ada transaksi saham TPIA mencapai Rp 8,8 triliun. Di pasar negosiasi, harga saham TPIA turun 8,13% menjadi Rp 1.300 per saham. Saham TPIA ditransaksikan sebanyak 14 kali dengan volume perdagangan saham 91.476.930 saham.

 

Sektor Saham

PerbesarLayar komputer menunjukkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Jakarta, Kamis (9/9/2021). IHSG Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis sore ditutup menguat 42,2 poin atau 0,7 persen ke posisi 6.068,22 dipicu aksi beli oleh investor asing. (/Angga Yuniar)

Seluruh sektor saham memerah. Sektor saham transportasi memimpin koreksi dengan turun 5,97%. Selain itu, sektor saham energi turun 5,73%, sektor saham basic terpangkas 2,49%, sektor saham industri merosot 5,72%.

Lalu sektor saham consumer nonsiklikal turun 3,79%, sektor saham consumer siklikal tergelincir 3,72%, sektor saham kesehatan melemah 1,91%, dan sektor saham keuangan terpangkas 3,36%.

Selain itu, sektor saham properti turun 4,02%, sektor saham teknologi terpangkas 4,88%, sektor saham infrastruktur susut 5,3% dan sektor saham transportasi terperosok 5,97%.



error: Content is protected !!