BeritaLokal, Jakarta – Serangan rudal Iran ke Israel pada Senin (8/6/2026) menjadi pemicu kenaikan harga minyak dunia yang terus berlanjut hingga hari ini. Dampaknya terasa dalam pergerakan pasaran, dengan harga minyak Brent untuk pengiriman Juli naik 2,42% menjadi US$ 92,73 per barel, sementara West Texas Intermediate (WTI) melonjak 2,44% ke level US$ 95,36 per barel. Kenaikan harga ini terjadi seiring meningkatnya ketegangan di Timur Tengah dan kekhawatiran konflik tidak berakhir.
Selain itu, OPEC+ sepakat meningkatkan target produksi minyak sebesar 188.000 barel per hari mulai Juli, menurut pernyataan OPEC. Kenaikan ini setara dengan kenaikan Juni yang diturunkan dari 206.000 barel per hari pada Mei dan April karena keluarnya UEA dari organisasi tersebut. Meski demikian, harga minyak masih terus menguat di pasar internasional, meski berpeluang merosot jika kondisi konflik segera membaik.
Situasi di Timur Tengah kini sedang berubah. Setelah serangan rudal Iran ke Israel, harga minyak dunia mulai melemah pada perdagangan Jumat (6/6/2026). Brent merosot USD 1,94 atau 2,04 persen ke level USD 93,09 per barel, sementara WTI turun USD 2,50 atau 2,69 persen menjadi USD 90,54 per barel. Analis Senior Price Futures Group, Phil Flynn, mengatakan pasar mulai melihat tanda-tanda deeskalasi meskipun belum tercapai kesepakatan damai antara pihak-pihak yang terlibat.
Pasar tidak melihat adanya eskalasi konflik lebih lanjut. Meski belum ada kesepakatan, pasar tampaknya menilai situasi mulai mengarah pada deeskalasi. Sentimen ini dipengaruhi oleh pernyataan Petroleum Development Oman yang memastikan operasional Pelabuhan Mina al Fahal tetap berjalan normal. Sebelumnya, tiga sumber menyebut aktivitas pemuatan minyak sempat dihentikan setelah terjadi ledakan di dekat area tambatan kapal.
Terminal Mina al Fahal, fasilitas ekspor utama Oman yang menyalurkan sekitar 800.000 hingga 900.000 barel minyak mentah per hari ke pasar internasional, masih beroperasi dengan volume terendah pada akhir pekan. Namun, harga minyak masih berpeluang mencatat kenaikan mingguan pertama dalam tiga pekan terakhir. Sepanjang pekan ini, Brent masih menguat sekitar 1 persen, sementara WTI naik sekitar 3,1 persen.
Pada awal pekan, harga minyak sempat terdorong naik akibat meningkatnya ketegangan di Timur Tengah. Kekhawatiran pasar muncul setelah perundingan perdamaian konflik AS-Iran berjalan lambat, sementara lalu lintas pelayaran di Selat Hormuz, jalur strategis yang dilalui sekitar 20 persen perdagangan minyak dunia, masih terbatas.
Artikel Terkait
Minyak Dunia Turun Tajam, Pasar Mereda
28 Juli 2026
Harga Minyak Mundur 5% Setelah Iran Hentikan Serangan
27 Juli 2026
Harga Minyak Naik 4,6% Setelah Serangan Kapal Tanker
23 Juli 2026
Harga Minyak Dunia Naik Lebih dari 3% Usai US Menolak Iran
23 Juli 2026
Harga Minyak Melesat ke Level Tertinggi Akibat Serangan AS
22 Juli 2026
Harga Minyak Dunia Dekat $90 Pasca Trump Ancaman Iran
21 Juli 2026
Harga Minyak Dunia Meledak Dampak Konflik AS-Iran
20 Juli 2026
Harga Minyak RI Turun Menjadi $83 per Barel
19 Juli 2026
Memuat komentar...