Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akan mencoba tes posisi 6.000. Jika gagal sentuh 6.000, IHSG akan melemah. Berikut rekomendasi saham hari ini.
PerbesarPekerja menatap layar monitor yang menampilkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta. (/Angga Yuniar)
, Jakarta – Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi menguji level resistance 6.000 pada perdagangan saham Kamis, (4/6/2026). Lalu apa saja rekomendasi saham-nya?
Berdasarkan catatan BNI Sekuritas, IHSG melemah 4,11% dan disertai dengan aksi jual saham oleh investor asing Rp 864 miliar pada perdagangan saham, Rabu, 3 Juni 2026. Saham-saham yang paling banyak dijual asing antara lain saham BBCA, BBRI, TPIA, DSSA dan ANTM.
“IHSG berpotensi tes resistance di 6.000. Hati-hati jika gagal break 6.000, potensi kembali koreksi dengan target 5.500-5.600,” ujar Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman dalam catatannya.
Ia menuturkan, IHSG akan berada di level support 5.775-5.850 dan level resistance 6.000-6.100.
Rekomendasi Saham Hari Ini
Fanny memilih saham PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), PT Bumi Resources Tbk (BUMI), PT Darma Henwa Tbk (DEWA), PT Buana Lintas Lautan Tbk (BULL), PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA), dan PT Archi Indonesia Tbk (ARCI).
Rekomendasi Teknikal
Trading Idea hari ini: ANTM, BUMI, DEWA, BULL, MBMA, dan ARCI
- ANTM Buy on Weakness dengan area beli di 2530-2600, cutloss di bawah 2500. Target dekat di 2660-2700.
- BUMI Buy on Weakness dengan area beli di 140-144, cutloss di bawah 140. Target dekat di 151-153.
- DEWA Spec Buy dengan area beli di 294, cutloss di bawah 290. Target dekat di 308-310.
- BULL Spec Buy dengan area beli di 318-324, cutloss di bawah 316. Target dekat di 334-344.
- MBMA Buy on Weakness dengan area beli di 430-444, cutloss di bawah 428. Target dekat di 460-464.
- ARCI Spec Buy dengan area beli di 1000-1020, cutloss di bawah 990. Target dekat di 1050-1090.
Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual saham.tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.
Penutupan IHSG pada 3 Juni 2026
PerbesarPejalan kaki melintas dekat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di kawasan Jakarta, Senin (13/1/2020). IHSG menguat 0,34 persen atau 21 poin ke level 6.296 pada penutupan perdagangan Senin (13/1) sore ini. (/Angga Yuniar)
Sebelumnya, laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) betah di zona merah hingga penutupan perdagangan saham Rabu, (3/6/2026). IHSG hari ini tertekan di tengah nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) menyentuh 17.970.
Mengutip data RTI, IHSG hari ini terpangkas 4,11% menjadi 5.941,06. Indeks saham LQ45 merosot 4,89% menjadi 588,99. Seluruh indeks saham acuan melemah.
IHSG belum mampu bangkit seiring 692 saham yang tertekan. 69 saham menguat dan 54 saham diam di tempat. Total frekuensi perdagangan 2.761.582 kali dengan volume perdagangan saham 39,8 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 25,1 triliun. Posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 17.970.
Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Nafan Aji Gusta menuturkan, salah satu tekanan IHSG didorong nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat. “Nilai tukar rupiah sudah melemah 17.900, rekor baru lagi,” kata dia.
Sentimen IHSG Lainnya
PerbesarPengunjung melintas di dekat monitor perkembangan saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (2/11). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin dibuka melemah sebesar 12,76 poin. (/Immanuel Antonius)
Selain itu, ia menilai, koreksi IHSG didorong sentimen negatif seiring lembaga pemeringkat Moody’s Ratings telah memberikan peringkat Baa2 kepada Danantara Investment Management (DIM). Selain itu, prospek negatif untuk semua peringkat. Moody’s menyebutkan telah memberikan peringkat sementara (P)Baa2 untuk program obligasi jangka menengah global (MTN) tanpa jaminan senior yang didirikan oleh DIM. Obligasi dalam program ini dapat diterbitkan oleh DIM sendiri atau oleh DIM dan anak perusahaan penerbit secara bersama-sama dan terpisah. Kami juga telah memberikan peringkat Baa2 untuk obligasi tanpa jaminan senior yang diusulkan yang diterbitkan oleh DIM.
“Penetapan Moody’s terhadap peringkat Danantara Invesment Management di Baa2 dengan outlook negatif tentu dikhawatirkan persepsi bagi investor terhadap risiko tata kelola, kebijakan dari stakeholder ke depan meskipun peringkat Baa2 merupakan level investment tetapi prospek negatif dari Moody’s menyebabkan outflow asing, lihat saya rupiah,” ujar Nafan saat dihubungi.
Selain itu, Nafan menilai, efek penyesuaian oleh MSCI pada awal Juni dan FTSE Russell pada 22 Juni juga menyebabkan sentimen negatif bagi investor asing.
Seluruh sektor saham melemah. Sektor saham basic merosot 9,05%, dan catat koreksi terbesar. Selain itu, sektor saham energi terpangkas 5,61%, sektor saham industri tergelincir 3,54%, sektor saham consumer nonsiklikal melemah 3,99%.
Lalu sektor saham siklikal terperosok 3,23%, sektor saham kesehatan merosot 4,36%, sektor saham keuangan turun 1,76%. Selain itu, sektor saham properti melemah 3,48%, sektor saham teknologi tergelincir 2,93%, sektor saham infrastruktur melemah 5,05%, dan sektor saham transportasi turun 4,15%.
