PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) memastikan pipa gas bocor di Bekasi bukan miliknya.
PerbesarPipa gas di Babelan, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, diduga mengalami kebocoran. (Dok. Tangkapan Layar @liputancikarang)
, Jakarta – Beredar video semburan gas membumbung lebih dari satu meter di pematang sawah di wilayah Babelan, Bekasi. Pipa gas bocor tersebut ternyata bukan milik PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN).
Corporate Secretary PGN, Fajriyah Usman menegaskan pipa gas bocor di Bekasi bukan milik Subholding Gas Pertamina tersebut.
“Pipa tersebut bukan pipa gas milik PGN,” kata Fajriyah saat dikonfirmasi, Minggu (7/6/2026) malam.
Dia memastikan lagi tidak ada laporan pipa gas PGN mengalami gangguan di wilayah Bekasi, Jawa Barat. “Sejauh ini tidak ada (laporan gangguan pipa gas),” ucapnya.
Informasi, kabar pipa gas bocor di Bekasi beredar salah satunya melalui media sosial. Warga dikabarkan sempat terkena dampak dari semburan gas ke udara. Semburan gas itu diketahui terjadi pada Minggu sore.
Sebelumnya, Pipa gas di Babelan, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, diduga mengalami kebocoran pada Minggu (7/6/2026) sore.
Peristiwa ini sempat viral di media sosial setelah warga melaporkan adanya semburan gas di kawasan Kampung Bunibaru, Desa Buni Bakti.
Warga Panik
Dalam video yang beredar, terlihat semburan gas diduga mencapai ketinggian lebih dari satu meter dan memicu kepanikan warga sekitar. Insiden tersebut diduga berasal dari kebocoran pipa gas di lokasi kejadian.
Petugas Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Bekasi membenarkan adanya laporankejadian itu. Namun, pihaknya belum dapat memastikan kronologi pasti insiden.
“Itu betul ada laporan kebocoran,” ujar petugas Damkar Kabupaten Bekasi saat dikonfirmasi, Minggu (7/6/2026).
Pipa Bocor Sore Hari
Dia menjelaskan, laporan diterima sekitar pukul 17.00 WIB, sementara kejadian diduga terjadi sekitar pukul 14.30 WIB.
“Kejadian kebocorannya siang jam setengah 3, menerima laporan jam 5 sore,” lanjutnya.
Meski demikian, Damkar menyebut belum melakukan penanganan langsung di lokasi karena belum ada indikasi kebakaran maupun kondisi yang membutuhkan evakuasi darurat.
“Kalau untuk kronologi belum diketahui, karena Damkar belum bergerak karena belum ada informasi kebakarannya,” ujarnya.
