Penjualan dan Laba ENRG Kompak Naik hingga Maret 2026

BeritaLokal, Jakarta – PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG/EMP) mencatat pertumbuhan penjualan dan laba bersih kuartal pertama 2026 yang signifikan. Penjualan naik 16,99% menjadi US$ 136,93 juta dari periode sama tahun sebelumnya, sementara laba bersih tumbuh 1,8% mencapai US$ 18,31 juta. Kinerja ini menunjukkan kinerja keuangan yang stabil dan positif perusahaan.

Direktur Utama EMP, Syailendra S.Bakrie, menyatakan bahwa pertumbuhan tersebut mendukung portofolio bisnis yang berkembang. Ia mengatakan, “EMP telah mencapai kinerja keuangan yang semakin meningkat pada kuartal pertama 2026, yang mencerminkan kondisi pasar yang baik.” Pihaknya juga menyebutkan bahwa perusahaan akan terus berinvestasi di eksplorasi dan pengembangan minyak gas (migas) untuk memperkuat produksi dan cadangan energi.

Beban penjualan turun 0,62% menjadi US$ 78,47 juta dari US$ 79,13 juta sebelumnya. Laba bruto perusahaan meningkat 54,2% menjadi US$ 52,53 juta, sementara beban usaha naik 18,4% menjadi US$ 5,92 juta dari US$ 4,96 juta. EBITDA (Earning before interest, tax, depreciation, and amortization) juga mengalami pertumbuhan 29% mencapai US$ 94,02 juta dari US$ 72,76 juta.

Ekuitas perusahaan meningkat menjadi US$ 841,30 juta hingga Maret 2026, sementara liabilitas naik menjadi US$ 1,02 miliar dari US$ 999,58 juta. Aset perseroan mencapai US$ 1,86 miliar, meningkat dari US$ 1,82 miliar pada Desember 2025. Kas dan setara kas tercatat US$ 89,67 juta hingga Maret 2026, dibandingkan dengan US$ 62,24 juta di Desember 2025.

Selain itu, EMP melakukan akuisisi 100% kepemilikan PT Sulawesi Regas Satu (SRGS) pada Mei 2026. SRGS memiliki kontrak sewa FSRU (Floating Storage Regasification Unit) sepanjang 2023. Wakil Direktur Utama dan CFO EMP, Edoardus Ardianto, menyatakan bahwa dana dari penerbitan obligasi rupiah pada kuartal pertama 2026 akan digunakan untuk pelunasan fasilitas pinjaman dan mendanai kebutuhan modal kerja. Strategi ini diharapkan memperkuat arus kas perusahaan serta menurunkan beban keuangan secara keseluruhan.

Pertumbuhan penjualan dan laba bersih kuartal pertama 2026 mencerminkan kompetensi EMP dalam mengelola portofolio bisnis. Peningkatan pendapatan berkelanjutan menunjukkan potensi investasi yang terus berkembang, sementara kinerja keuangan tetap stabil dan positif.