Pelemahan Rupiah Bawa Peluang Bagi Emiten Intra Golflink

beritalokal.my.id, Jakarta – PT Intra GolfLink Resorts Tbk. memandang pelemahan nilai tukar rupiah sebagai peluang untuk mendorong pertumbuhan bisnis, khususnya di sektor pariwisata golf yang menjadi salah satu lini usaha utama perseroan di Bali. Kondisi tersebut dinilai dapat meningkatkan daya saing destinasi wisata Indonesia di mata wisatawan mancanegara.

Investor Relation GOLF, Ravenal Arvense, menjelaskan bahwa depresiasi rupiah tidak selalu menjadi sentimen negatif bagi perusahaan. Dengan basis bisnis yang erat kaitannya dengan industri pariwisata, terutama di Bali, pelemahan mata uang domestik justru berpotensi menarik lebih banyak kunjungan wisatawan asing.

“Ketika rupiah melemah, Bali menjadi lebih murah bagi pihak asing untuk bertransaksi. Jadi ada sisi positif yang bisa dimanfaatkan dari situasi ini. Kami membidik pertumbuhan pendapatan dobel digit hingga sebesar 10% pada 2026 ini,” kata Ravenal dalam Public Expose GOLF, di Jakarta, ditulis Rabu (3/6/2026).

Menurutnya, biaya berlibur dan bertransaksi di Bali menjadi relatif lebih murah bagi wisatawan luar negeri ketika rupiah melemah. Situasi ini diharapkan mampu mendukung peningkatan aktivitas wisata sekaligus memperluas peluang bisnis perusahaan.

Ia menambahkan, prospek industri wisata golf di Indonesia masih terbuka lebar. Pasarnya tidak hanya berasal dari pegolf profesional, tetapi juga wisatawan rekreasi, peserta turnamen internasional, hingga kalangan pebisnis yang memanfaatkan fasilitas golf sebagai bagian dari aktivitas perjalanan mereka.

 

Kembangkan Hotel Mewah di New Kuta Golf

PerbesarSeorang juru kamera merekam layar yang menampilkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), yang anjlok signifikan selama pembukaan pasar, di gedung Bursa Efek Indonesia di Jakarta pada Rabu 13 Mei 2026. (BAY ISMOYO/AFP)

Untuk mendukung pertumbuhan bisnis, GOLF tetap menjalankan strategi ekspansi secara terukur sepanjang tahun ini. Perseroan menyatakan penambahan cadangan lahan akan dilakukan secara selektif dan disesuaikan dengan kebutuhan pengembangan proyek tertentu.

Sejalan dengan agenda tersebut, perusahaan telah menyiapkan anggaran belanja modal (capex) sebesar Rp 300 miliar. Dana tersebut antara lain akan digunakan untuk mendukung pembangunan proyek hotel premium Banyan Tree yang berlokasi di kawasan New Kuta Golf, Bali.

Proyek yang berdiri di atas lahan seluas 5,1 hektare itu akan menghadirkan 70 vila eksklusif dengan luas rata-rata sekitar 200 meter persegi per unit. Hotel tersebut ditujukan untuk menyasar wisatawan kelas atas yang menginginkan pengalaman menginap mewah dengan fasilitas golf terintegrasi.

GOLF menilai kehadiran Banyan Tree akan memperkuat posisi New Kuta Golf sebagai destinasi wisata premium. Selain itu, proyek tersebut diharapkan dapat meningkatkan standar layanan dan akomodasi kelas atas di Bali.

Kinerja GOLF Kuartal I 2026

PerbesarSuasana kantor Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (10/11). Dari 538 saham yang diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia, 181 saham menguat, 39 saham melemah, 63 saham stagnan, dan sisanya belum diperdagangkan. (beritalokal.my.id/Angga Yuniar)

Adapun PT Intra GolfLink Resorts Tbk (GOLF) membukukan pertumbuhan laba bersih pada kuartal I-2026. Perseroan mencatat laba bersih sebesar Rp 1,595 miliar, meningkat 20,6% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp1,323 miliar.

Kenaikan laba bersih tersebut terjadi seiring pertumbuhan pendapatan dan membaiknya kinerja operasional perusahaan yang bergerak di sektor golf, properti, restoran, dan bisnis penunjang lainnya.

Berdasarkan paparan kinerja perusahaan, pendapatan GOLF pada kuartal I-2026 mencapai Rp 28,824 miliar, naik 1,3% dibandingkan Rp 28,452 miliar pada kuartal I-2025. Sementara laba kotor meningkat 5,4% menjadi Rp 15,356 miliar dari Rp 14,575 miliar pada periode yang sama tahun lalu.



error: Content is protected !!