BeritaLokal, Bali – PT Intra GolfLink Resorts Tbk. memanfaatkan pelemahan nilai tukar rupiah sebagai momentum untuk menggarap pertumbuhan bisnis, terutama di sektor pariwisata golf yang menjadi salah satu kunci keberhasilannya di Bali. Kondisi ini dinilai dapat meningkatkan daya saing destinasi wisata Indonesia bagi wisatawan asing, menurut investor relations GOLF, Ravenal Arvense.
“Kekurangan rupiah tidak selalu merugikan perusahaan,” kata Arvense dalam wawancara di Jakarta, Rabu (3/6/2026). Ia menjelaskan bahwa depresiasi mata uang domestik bisa menjadi peluang untuk menarik lebih banyak kunjungan wisatawan asing. Dengan biaya berlibur dan transaksi yang relatif lebih murah, Bali diharapkan mampu memperkuat posisinya sebagai destinasi pariwisata premium.
GOLF menggandeng strategi ekspansi terukur untuk menjangkau pertumbuhan pendapatan dobel digit hingga 10% pada 2026. Salah satu proyek yang diusulkan adalah pembangunan Hotel Banyan Tree di kawasan New Kuta Golf, Bali. Proyek ini akan mengelola lahan sebesar 5,1 hektare untuk menyediakan 70 vila eksklusif dengan rata-rata luas 200 meter persegi per unit. Hotel ini ditujukan untuk wisatawan kelas atas yang mencari pengalaman mewah bersama fasilitas golf terintegrasi.
Pengembangan proyek Banyan Tree diharapkan memperkuat citra New Kuta Golf sebagai destinasi premium dan meningkatkan standar layanan akomodasi kelas atas di Bali. Selain itu, perusahaan juga menargetkan peningkatan pendapatan sebesar 1,3% pada kuartal I-2026, mencatat laba bersih Rp1,595 miliar, naik 20,6% dibandingkan periode sama tahun lalu. Pendapatan total perusahaan pada kuartal tersebut mencapai Rp28,824 miliar, naik 1,3% dari Rp28,452 miliar di kuartal sebelumnya.
Selain itu, GOLF terus menjalankan strategi ekspansi dengan anggaran belanja modal (capex) sebesar Rp300 miliar. Dana tersebut akan digunakan untuk pengembangan proyek lain yang mendukung bisnis di sektor properti, restoran, dan bisnis penunjang. Kebijakan ini diharapkan mendorong pertumbuhan ekosistem pariwisata golf di Indonesia, meskipun perusahaan tetap mempertahankan keseimbangan antara pertumbuhan bisnis dengan keberlanjutan operasional.
Situasi perekonomian global dan permintaan wisatawan asing terus menjadi faktor penentu bagi industri pariwisata. Dengan berbagai proyek strategis, GOLF berharap mampu memperkuat posisi di pasar lintas kelas dan menjangkau lebih banyak pelanggan.
Artikel Terkait
Aldi Taher Diusut Cuci Uang, Ia Pakai Humor Sabar
25 Juli 2026
Business Matching Breaks Rp 1,22 Miliar In BEC SCF 2026
24 Juli 2026
Maia Estianty Rasakan Kereta Api Indonesia 17 Tahun
23 Juli 2026
BI Perluas QRIS Antarnegara ke India, Arab Saudi, Hong Kong
23 Juli 2026
Bandara Husein Buka Lagi Agustus 2026
22 Juli 2026
Kereta Api KAI Rekor 308.874 Wisatawan Asing 2026
20 Juli 2026
Festival Jazz Bromo 2026: Kolaborasi Musisi & Mancanegara
20 Juli 2026
Kereta Api Indonesia 5 Rute Terpanjang Lebih 1.000 Km
19 Juli 2026
Memuat komentar...