Pasar Emas: Harga Kembali Naik di Jakarta

BeritaLokal, Jakarta – Harga emas kembali mencapai US$ 4.100 per ounce menjelang libur panjang Hari Kemerdekaan, menunjukkan keoptimistisan investor terhadap proyeksi harga logam mulia pekan ini. Berdasarkan survei mingguan Kitco yang dilakukan pada Selasa (6/7/2026), sejumlah analis memprediksi tren naik akan mendominasi pasar, meskipun ada perbedaan perspektif antara para pemain pasar.

Pewawancara Kitco mengungkapkan bahwa 11 dari 16 analis di Wall Street memprediksi harga emas akan naik, sementara dua analyst menilai harga logam mulia akan turun. Tiga analyst lainnya berpendapat harga emas akan tetap stabil. Selain itu, jajak pendapat daring Kitco mengungkapkan 99 pelaku pasar ritel atau 54% memperkirakan harga emas akan naik, sementara 25% berharap harga logam mulia turun. Sebagian besar investor lainnya menilai harga emas akan konsolidasi.

Analisis dari Colin Cieszynski, Chief Market Strategis SIA Wealth Management, menyebutkan bahwa tren penurunan emas selama tiga bulan terakhir telah berubah menjadi stabil. Meskipun ketegangan di Teluk masih membatasi pergerakan logam mulia, dolar AS yang berpotensi melemah dan kenaikan harga minyak yang lebih rendah setelah gencatan senjata sementara di Iran menurunkan harapan kenaikan suku bunga. Ini membuka jalan bagi emas untuk naik jangka pendek, menurut Cieszynski.

Presiden Adrian Day Asset Management juga memprediksi harga emas akan naik, menggambarkan laporan ekonomi AS dan komentar ketua Federal Reserve sebagai faktor pendorong. Sementara itu, Rich Checkan dari Asste Strategies International menyebutkan bahwa harga emas siap bergerak lebih tinggi setelah memantul di level US$ 4.000, yang dilihat sebagai titik masuk untuk kenaikan.

Kevin Grady dari Phoenix Futures and Options mengatakan, pergerakan harga emas melonjak setelah rilis data penggajian, meskipun volume kontrak Comex bulan depan menembus 100.000. Grady memperkirakan harga emas akan turun dalam waktu dekat, dengan level support US$ 4.000 dan US$ 3.900. Namun, pembeli di luar pasar mungkin masuk pada kisaran US$ 3.750 per ons.

Direktur Pelaksana Bannockburn Global Forex Marc Chandler menilai harga emas telah membentuk titik stabil di US$ 3.943-US$ 3.960, dan akan naik ke US$ 4.140 berdasarkan harga spot. Chandler optimis pasar akan mencapai US$ 4.260 dalam beberapa minggu mendatang.

Pada pekan ini, kalender berita ekonomi terbatas. Data PMI Jasa ISM untuk Juni dan laporan penganggajian dalam sektor jasa menjadi fokus utama. Selain itu, Bank Sentral Selandia Baru akan merilis kebijakan moneternya pada Senin, sementara rapat FOMC Juni bakal diumumkan Kamis pagi setelah rilis klaim pengangguran mingguan.

Artikel Terkait

0