Balogun Akan Main vs Belgia Meski Kena Kartu Merah

BeritaLokal, Jakarta – Pemain Amerika Serikat Folarin Balogun dipastikan bisa tampil di Piala Dunia 2026 melawan Belgia meski ia menerima kartu merah langsung. Keputusan FIFA menangguhkan skorsingnya berdasarkan Kode Disiplin FIFA mengundang kontroversi, terutama karena insiden yang terjadi di babak 32 besar Piala Dunia 2026.

Insiden berlangsung saat Balogun mendapat kartu merah langsung pada menit ke-64 dalam pertandingan melawan Bosnia-Herzegovina, di mana ia jatuh dan secara tidak sengaja menginjak kaki bek Bosnia-Herzegovina Tarik Muharemovic. Wasit asal Brasil Raphael Claus memutuskan kartu merah setelah tinjauan VAR, meski awalnya tidak melihat pelanggaran serius. Balogun menyatakan insiden itu bukanlah keberatan, sementara banyak pihak yang menyaksikan menganggap keputusan wasit terlalu keras.

Aturan standar FIFA menetapkan skorsing satu pertandingan untuk pemain dengan kartu merah langsung, namun Komite Disiplin FIFA memilih menangguhkan pelaksanaannya. Keputusan ini berdasarkan Pasal 27 Kode Disiplin FIFA, yang memberikan diskresi kepada badan yudisial untuk menunda tindakan disipliner jika kasus dianggap lebih serius. Balogun akan menjalani masa percobaan selama satu tahun, sementara skorsing tetap berlaku hingga fase gugur.

Kontroversi terkait keputusan wasit dan proses VAR menarik perhatian publik. Pemain Amerika Serikat mengatakan keputusan itu tidak disengaja, meski banyak orang mempertanyakan apakah insiden tersebut bisa dihindari. Sementara itu, Komite Disiplin FIFA mengklaim keputusan mereka bertepatan dengan aturan yang berlaku, menunjukkan bahwa tindakan disipliner harus dipertimbangkan secara komprehensif.

Dengan mendapat kartu merah, Balogun seharusnya absen melawan Belgia di babak 16 besar. Namun, keputusan FIFA memungkinkannya bermain karena penangguhan skorsing menunjukkan bahwa aturan bisa diperlakukan khusus dalam kasus kontroversi. Pemain yang mencetak gol pertama timnya pada pertandingan tersebut mengharapkan pernyataan resmi dari FIFA untuk menjelaskan pihak terkait.

Piala Dunia 2026, yang akan dimainkan di Kanada, kembali menarik perhatian dengan kejadian ini. Meski Balogun tetap absen, keputusan FIFA mengungkapkan bahwa proses disipliner bisa berubah tergantung pada skenario dan persetujuan pihak terkait.

Artikel Terkait

0