BeritaLokal, Jakarta – Perombakan Kabinet: Perubahan Kepemimpinan dan Diversifikasi Ekonomi
Bandar Seri Begawan, Sultan Brunei Darussalam, Sultan Hassanal Bolkiah, mengumumkan perubahan besar dalam kabinet pemerintah setelah menunjuk Pangeran Abdul Mateen sebagai Menteri Luar Negeri dalam reorganisasi kabinet yang diumumkan pada 7 Juni 2026. Perubahan ini dinilai sebagai langkah regenerasi untuk memperkuat kestabilan dan kebijakan ekonomi nasional, sekaligus menunjukkan pergeseran dalam strategi kepemimpinan kerajaan yang telah mengalami perubahan sejak 2022.
Pangeran Abdul Mateen, tokoh keluarga kerajaan yang dikenal luas di media sosial dan sering menjadi sorotan publik internasional, menggantikan posisi menteri luar negeri yang sebelumnya dipegang langsung oleh Sultan Hassanal Bolkiah. Penunjukan tersebut memperkuat peran strategis Sultan dalam menjaga kebijakan bilateral dan diplomasi Brunei, meski tetap memegang jabatan penting seperti Perdana Menteri, Menteri Pertahanan, dan Menteri Keuangan. Selain itu, Pangeran Abdul Malik, putra kedua Sultan, dijatuhkan sebagai Menteri di Kantor Perdana Menteri, jabatan pertama dalam kabinetnya.
Perubahan ini mencerminkan upaya Brunei untuk memperkuat koordinasi kebijakan pemerintah dengan mengganti tiga posisi menteri baru dan menetapkan Kementerian Sumber Daya Primer dan Pariwisata menjadi Kementerian Ekonomi, Perdagangan, dan Industri. Dalam pidato televisi nasional, Sultan Hassanal menyebutkan tujuan utama langkah ini adalah mempercepat pengembangan sektor prioritas, mengurangi ketergantungan pada minyak mentah, serta menciptakan lapangan kerja baru.
Sultan juga menegaskan bahwa perubahan tersebut bertujuan untuk meningkatkan diversifikasi ekonomi dan mendorong pertumbuhan berkelanjutan, meski Brunei masih menghadapi tantangan ekonomi dan energi yang kompleks. Pemerintah negara kaya minyak ini memperoleh keuntungan dari kenaikan ekspor minyak mentah, produk olahan minyak, dan gas alam, tetapi juga harus menanggung lonjakan biaya subsidi energi domestik.
Selain itu, Brunei membentuk komite khusus untuk memantau dampak konflik di Timur Tengah terhadap pasokan energi nasional, serta memperkuat langkah-langkah pengamanan ekonomi di tengah ketidakpastian global. Perubahan ini juga mencatat jumlah pejabat perempuan terbanyak dalam sejarah kabinet Brunei, termasuk pengangkatan menteri pendidikan dan tiga wakil menteri perempuan.
Pangeran Abdul Mateen, yang dikenal sebagai atlet polo dan memiliki jutaan pengikut di media sosial, menjadi figur paling populer dari keluarga kerajaan Asia Tenggara dalam diplomasi internasional. Penunjukannya menandai keterlibatan aktif seorang tokoh kerajaan dalam kebijakan global, sementara perubahan kabinet mencerminkan upaya Brunei untuk memperkuat koordinasi antaragama dan menghadapi tantangan ekonomi yang terus berkembang.