Minyak Turun 20% karena Kesepakatan AS-Iran

BeritaLokal, Jakarta – Pemerintah memulai tahapan pembukaan pasar minyak global dengan angin segar dari kesepakatan damai AS-Iran, namun risiko terus bergerak dalam pergeseran ke arah ketidakpastian. Harga minyak dunia melemah sebesar 20% pada paruh kedua 2026, menunjukkan dampak langsung dari kesepakatan yang memperkuat kembali jalur pelayaran di Selat Hormuz. Namun, kondisi tersebut masih terjaga oleh stabilitas di Timur Tengah, yang menjadi faktor utama bagi kestabilan pasar global.

Kepala Ekonom Global Oxford Economics, Ryan Sweet, mengatakan bahwa arah pergerakan pasar pada paruh kedua 2026 sangat bergantung pada apakah kesepakatan damai antara AS dan Iran benar-benar mampu bertahan. Penurunan harga minyak, yang mencapai kisaran US$72 per barel untuk kontrak Brent, terjadi seiring dengan kenaikan pasar saham global. Namun, Sweet mengingatkan bahwa keberhasilan kesepakatan ini tidak bisa dipastikan tanpa adanya tindak lanjut permanen.

Selain itu, risiko lain yang mungkin memengaruhi pasar termasuk kebijakan perdagangan, perubahan di industri AI, dan keputusan bank sentral. Jika kesepakatan gagal dipertahankan, kenaikan harga energi bisa menggerus stabilitas ekonomi global, terutama bagi negara-negara yang bergantung pada impor minyak. Kondisi ini juga berdampak pada industri teknologi di Asia, termasuk pemasok komponen AI.

Berdasarkan data dari Kpler, sebanyak 108 kapal berhasil melintasi jalur masuk dan keluar Selat Hormuz selama libur Hari Kemerdekaan AS. Meski demikian, Sweet menegaskan bahwa keberadaan risiko terus bergerak dalam pergeseran, seperti konflik di Lebanon atau serangan Iran terhadap kapal di Selat Hormuz. Namun, aktivitas pelayaran melalui jalur ini tetap meningkat setelah nota kesepahaman ditandatangani.

Di sisi lain, investasi dalam sektor kecerdasan buatan (AI) diperkirakan mampu memberikan dorongan tambahan terhadap pertumbuhan ekonomi. Pemanfaatan infrastruktur untuk pembangunan pusat data dan utilitas juga dianggap sebagai faktor positif yang dapat menopang pasar. Namun, perlu dicatat bahwa keberhasilan kesepakatan damai tetap tergantung pada konsistensi politik dan stabilitas di Timur Tengah.

Artikel Terkait

0