Mentan Amran Bantah Beras Langka, Stok Tembus 5,3 Juta Ton

BeritaLokal, Jakarta – Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman bantah adanya kelangkaan beras di pasar domestik, meski stok cadangan pemerintah mencapai 5,3 juta ton. Dia memastikan produksi nasional cukup melimpah dan menegaskan tidak ada alasan untuk mempermainkan harga.

Selain itu, Amran menyebutkan bahwa keberadaan satgas pangan polri di lapangan menjadi kunci dalam menjaga stabilitas pasokan. Ia juga mengajak para pengusaha tidak mempermainkan harga beras, mengingat stok cadangan pemerintah yang cukup dan status swasembada beras nasional. “Tidak ada yang langka. Semua gudang penuh dengan beras,” ujar Amran dalam pertemuan dengan kepala daerah di Kantor Kementerian Pertanian, Jakarta, Kamis (11/6/2026).

Stok cadangan beras pemerintah (CBP) sekarang mencapai 5,3 juta ton, dengan kapasitas gudang yang dipastikan cukup. Amran menyebutkan bahwa stok ini telah diisi melalui penyewaan tambahan 2,3 juta ton, membuat total kapasitas tersedia sebesar 3 juta ton. “Kami sudah sewa seluruhnya, dan ini tertinggi sejak merdeka,” terangnya.

Pencapaian produksi beras Indonesia disebutkan dalam laporan Rice Outlook May 2026 yang dirilis USDA. Produksi global periode 2025-2026 meningkat 1,5 juta ton, dengan Indonesia menjadi salah satu negara tertinggi di dunia. Dalam perbandingan dengan Nigeria, Pantai Gading, dan Vietnam, Indonesia unggul dalam total produksi setahun mencapai lebih dari 30 juta ton.

Sementara itu, Amran meminta para pengusaha tidak mempermainkan harga beras di pasar ritel. Ia menolak modus impor karena stok dalam negeri yang melimpah. “Kita surplus sekarang. Tidak ada yang langka,” kata Amran. Dalam pertemuan dengan kepala daerah, ia juga mengajak para pengusaha berkomunikasi langsung dengan Satgas Pangan Polri untuk memastikan pasokan tetap terjaga.

Pada akhirnya, stok beras komersial di Bulog mencapai 11,4 ribu ton per 12 Juni, dengan realisasi pengadaan sebesar 45,5 ribu ton dari total 3,1 juta ton. Amran menegaskan bahwa pemerintah terus memantau pasokan secara menyeluruh untuk menjaga ketersediaan makanan pokok bagi masyarakat.

error: Content is protected !!