Kunci Pertumbuhan Industri Trading: Tidak Berdasarkan Janji Untung

BeritaLokal, Jakarta – Kebiasaan trading semakin populer di kalangan masyarakat karena akses mudah ke instrumen keuangan. Namun, CEO Finex Agung Wisnuaji mengingatkan bahwa risiko dan pemahaman terhadap pasar tetap menjadi kunci pertumbuhan industri ini.

Dalam acara diskusi bersama regulator, Agung menekankan bahwa kepercayaan pelaku trading bukan sekadar tempat bertransaksi. Ia menyebutkan, trader memerlukan keyakinan bahwa perusahaan yang mengelola dana mereka transparan, patuh terhadap aturan, dan mampu melindungi investor. “Indikator dari regulator seperti rating Bappebti menjadi bukti kredibilitas,” kata Agung.

Pada periode Januari-Maret 2026, Bappebti merilis penilaian terhadap 67 perusahaan pialang berjangka di Indonesia, dengan Finex mendapatkan peringkat tertinggi A+++ dan memperkuat reputasi sebagai pelaku pasar yang andal. Agung menegaskan bahwa kepercayaan trader harus dibangun melalui proses transparan dan berkelanjutan. “Risiko tidak bisa dihilangkan, tapi kita bisa mengubah cara pasar sehat,” katanya.

Selain itu, volume trading Finex mencapai level tertinggi di Jakarta Futures Exchange dalam beberapa bulan terakhir. Agung menegaskan bahwa kriteria utama seperti kepatuhan, transparansi, edukasi, dan perlindungan nasabah harus menjadi dasar regulasi. “Metrik yang dipublikasikan regulator memberikan bukti, bukan iklan,” ujarnya.

Meski demikian, Agung menegaskan bahwa pertumbuhan trading tidak bisa diwujudkan tanpa kesadaran terhadap risiko. “Tujuan kami bukan sekadar menarik lebih banyak orang masuk, tetapi memastikan mereka yang sudah ada memahami apa yang dilakukan dan dapat memercayai perusahaan,” katanya.

Pernyataan ini menggambarkan dinamika pasar yang sedang berubah. Dengan pendekatan transparan dan konsistensi regulasi, Finex dan sektor pialang Indonesia berupaya menjaga kepercayaan publik sambil memperkuat basis investor.

error: Content is protected !!