BeritaLokal, Jakarta – Pemerintah Indonesia memperkuat strategi diplomasi sebagai alat utama untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang lebih cepat dan berkelanjutan. Dalam rangka mendorong pengembangan kerja sama internasional, Presiden Prabowo Subianto menetapkan Keputusan Presiden Nomor 4 Tahun 2026 tentang Satuan Tugas Percepatan Program Pemerintah untuk Mendukung Peningkatan Pertumbuhan Ekonomi (Satgas P3-MPPE), yang terdiri dari lima Kelompok Kerja (Pokja).
Pokja IV: Diplomasi Ekonomi sebagai Pilar Utama
Salah satu Pokja dalam Satgas P3-MPPE adalah Pokja IV Bidang Kerja Sama Ekonomi dan Hubungan Internasional, yang bertugas memperkuat diplomasi ekonomi untuk memperluas akses pasar, mengoptimalkan kerja sama dengan mitra internasional, serta meningkatkan investasi nasional. Menurut Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono Moegiarso, isu kerja sama ekonomi internasional sangat kritis, terutama dalam konteks negosiasi CEPA (Perjanjian Ekonomi Khusus), FTA (Fleksibel Trade Agreements), dan penyelesaian tarif.
Pokja IV juga memfokuskan diri pada tiga pilar strategis: analisis pasar, diplomasi kerja sama, dan implementasi kebijakan. Dalam pilar analisis, Pokja IV mengumpulkan data potensi geoekonomi, mengidentifikasi hambatan perdagangan, serta memetakan peluang untuk perluasan akses pasar. Pilar diplomasi melibatkan koordinasi dengan Kementerian/Lembaga dan pemangku kepentingan untuk mempercepat penyelesaian perundingan kemitraan ekonomi dan memperkuat posisi Indonesia dalam forum internasional.
Pilar Rekomendasi dan Implementasi: Harmonisasi Regulasi & Pengawalan Perjanjian
Melalui pilar rekomendasi dan implementasi, Pokja IV mendorong harmonisasi regulasi domestik dengan standar global, pengawasan ratifikasi perjanjian internasional, serta pemecahan kendala dalam implementasi. Deputi Bidang Koordinasi Kerja Sama Ekonomi dan Investasi Edi Prio Pambudi menegaskan bahwa upaya ini bertujuan memaksimalkan manfaat kerja sama ekonomi untuk dunia usaha.
Sistem Informasi Program Accelerating Core Economics (PACE) juga menjadi bagian dari pelaporan dan pemantauan kerja sama ekonomi. PACE menyimpan informasi seperti jenis kesepakatan, masa berlaku, penandatangan, bidang kerja sama, tahapan progres, serta kendala yang dihadapi. Kepemimpinan Pokja IV diperkuat dengan dukungan dari Staf Ahli Bidang Pengembangan Produktivitas dan Daya Saing Ekonomi Evita Manthovani.
Penerapan Strategi: Mendorong Perekonomian Nasional
Dalam acara penjelasan, Pokja IV menekankan pentingnya kerja sama dengan pelaku usaha untuk meningkatkan kompetitivitas di pasar global. Deputi Edi menyebut bahwa keaktifan dalam mengawal kebijakan dan perluasan akses pasar menjadi kunci bagi pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
Satgas P3-MPPE, dengan arahan presiden, menetapkan siklus kerja yang mencakup inventarisasi, asesmen, distribusi, dan evaluasi untuk memastikan efektivitas pelaksanaan program. Dengan langkah-langkah ini, Indonesia berupaya mengoptimalkan manfaat kerja sama ekonomi dalam konteks global.
Kesimpulan
Dalam rangka mendorong pertumbuhan ekonomi, Satgas P3-MPPE menetapkan strategi diplomatik yang terstruktur melalui lima Pokja. Pokja IV menjadi pilar utama dalam memperkuat kerja sama internasional dan meningkatkan investasi. Dengan pengawalan ketat dan koordinasi lintas sektor, program ini diharapkan mampu menggerakkan ekonomi Indonesia menuju keberlanjutan.