BeritaLokal, Jakarta – Chief Executive Officer (CEO) BPI Danantara Roeslani mengungkapkan langkah strategis dalam konsolidasi Badan Usaha Milik Negara (BUMN), dengan target menyatukan 300 entitas perusahaan tersebut. Proses ini terus berjalan, setelah sebelumnya telah berhasil menggabungkan 258 entitas BUMN.
Pernyataan Rosan dilaporkan kepada Presiden Prabowo Subianto saat bertemu di kediamannya di Kertanegara, Jakarta, pada 21 Juni 2026. Ia menyebut konsolidasi ini bertujuan meningkatkan efisiensi operasional, memperkuat tata kelola perusahaan, serta memperbesar daya saing BUMN. “Dari total 1.077 entitas BUMN, sebanyak 258 telah dikonsolidasikan, dan sekitar 300 lainnya akan segera menyusul,” kata Rosan dalam akun Instagram resmi @rosanroeslani.
Selain itu, pertemuan tersebut juga membahas peluang pengembangan sektor baru yang dapat mendukung pertumbuhan ekonomi nasional. Diantaranya adalah pariwisata, olahraga, dan industri kreatif. Rosan menegaskan bahwa pengembangan sektor ini diharapkan mendorong lapangan kerja dan perputaran uang di dalam negeri.
Pada sesi diskusi tersebut, CEO Danantara juga memastikan proses konsolidasi tidak akan menyebabkan pemutusan hubungan kerja (PHK) massal. “Presiden Prabowo telah memberikan arahan agar transformasi BUMN tetap melindungi para pekerja,” kata COO Danantara, Dony Oskaria. Ia menjelaskan bahwa jumlah entitas BUMN yang saat ini mencapai 1.077 perusahaan dinilai terlalu besar dan tidak semua beroperasi secara efisien. Sebagian dari mereka mengalami kerugian sebesar Rp 20 triliun, dengan sekitar 52% dari totalnya merugi.
Dony menegaskan bahwa konsolidasi akan menciptakan organisasi yang lebih ramping dan mampu beroperasi secara efisien. Meski jumlah perusahaan mengurangsi drastis, seluruh pekerja tetap dilindungi dan dialihkan ke entitas hasil penggabungan. “Kita hitung biaya tenaga kerja setiap tahun hanya sekitar Rp 2-3 triliun,” kata Dony. Ia menekankan bahwa dampak finansial dari proses restrukturisasi jauh lebih kecil dibandingkan potensi penghematan yang bisa diperoleh, sehingga tidak ada alasan untuk PHK. “Kita akan mempertahankan seluruh karyawan dan mengoptimalkan daya saing BUMN,” lanjutnya.
Dampak finansial dari konsolidasi diharapkan menciptakan keuntungan bagi perusahaan, dengan penghematan sebesar Rp 47 triliun. Rosan menekankan bahwa para pekerja tidak akan menjadi pihak yang menanggung risiko proses restrukturisasi. “Karyawan tidak akan ada yang terkena PHK, mereka akan menjadi bagian dari perusahaan hasil konsolidasi,” ucapnya.
Dengan langkah ini, Danantara berupaya memperkuat penguasaan BUMN dan menjaga stabilitas ekonomi nasional. Proses penggabungan terus dijalankan dengan target rampung pada 2026.