BeritaLokal, Jakarta – Apple Diduga Lacak Tiap Sentuhan Jari Pengguna di App Store, Apa Tujuannya?
Mendeteksi Aktivitas Unduhan
Apple, raksasa teknologi terbesar dunia, kini mengungkapkan langkah baru dalam memperkuat ekosistem periklanan dengan memperkenalkan sistem rekomendasi personal di App Store. Menurut laporan dari BGR, Apple meluncurkan fitur ini pada WWDC 2026, bertujuan membantu pengembang memperluas audiens mereka. Namun, peneliti keamanan dari akun X, Mysk, menemukan bahwa aplikasi tersebut secara otomatis merekam setiap sentuhan layar pengguna, termasuk kecepatan mengetik dan kata kunci pencarian, tanpa opsi pengguna untuk mengaktifkan atau menonaktifkan pelacakan ini.
Sistem ini memanfaatkan preferensi pengguna dan catatan aplikasi (App Notes) untuk menampilkan iklan terarah di tab Aplikasi, Game, dan Pencarian. Meski fitur baru dirancang untuk wilayah Amerika Serikat, akan segera diperkenalkan di seluruh dunia dalam beberapa bulan ke depan. Namun, pengguna tidak memiliki tombol untuk menolak pelacakan ini, yang membuat Mysk menyampaikan kritik terhadap monopoli App Store.
Apple Jadi Perusahaan Paling Tepercaya
Di tengah kritik tersebut, Apple tetap memperkuat narasi bahwa privasi adalah hak asasi manusia. Namun, kebijakan ini justru menimbulkan pertanyaan: apakah Apple benar-benar menjaga data pengguna atau hanya memanfaatkannya untuk bisnis iklan? Dalam konteks regulasi Digital Markets Act (DMA) di Uni Eropa, Apple mengaku menjadi satu-satunya pihak yang paling tepercaya karena bisnis utamanya berupa perangkat keras. Pihak-pihak lain seperti Meta dan Google disebut sebagai “eksploitator data”.
Kini, batas antara kepercayaan publik dengan praktik bisnis semakin kabur. Mysk menyoroti bahwa pengguna tidak memiliki pilihan untuk mengontrol data mereka sendiri, bahkan ketika mereka merasa kebijakan Apple terlalu agresif. Dengan langkah ini, Apple berpotensi memperkuat dominasi ekosistemnya dalam bisnis periklanan, sambil mengejar pendapatan dari Apple Maps dan iklan premium.
Impak pada Privasi dan Kebebasan Pengguna
Sistem rekomendasi personal ini bisa menjadi katalis bagi kekhawatiran publik terkait privasi. Tanpa opsi pengguna untuk menolak pelacakan, Apple mengalami tekanan dari masyarakat yang mulai bertanya: apakah mereka benar-benar dihargai atau justru disusupi dalam ekosistemnya sendiri? Pernyataan Apple tentang privasi seolah-olah terkesan sementara, meski kebijakan ini memperkuat peran mereka sebagai pihak yang “paling tepercaya”.
Dengan langkah ini, Apple berpotensi mengubah dinamika pasar teknologi. Meskipun tak ada keputusan resmi dari kantor otoritas setempat, isu privasi dan penjajagan data terus menjadi titik perhatian publik. Apakah Apple akan tetap bertahan sebagai pilihan utama bagi pengguna atau justru dihancurkan oleh kesadaran kebebasan digital?