beritalokal.my.id, Jakarta – Presiden Timor-Leste Jose Ramos-Horta mengungkapkan kecintaannya terhadap batik Indonesia dengan cara yang unik. Dalam sesi doorstop bersama jurnalis usai menghadiri Leadership Lecture ERIA School of Government di Jakarta, ia menceritakan bahwa dirinya bahkan menciptakan desain khusus untuk beberapa koleksi kemeja batik yang dikenakannya.
Dalam sesi doorstop yang berlangsung pada Selasa, 2 Juni 2026, Jose Ramos-Horta mengawali wawancara dengan menjelaskan asal-usul kemeja batik yang sedang dikenakannya.
Ia mengatakan, kain tersebut merupakan hadiah dari seorang jenderal Indonesia yang kemudian dibawa ke penjahit langganannya di New Delhi, India, untuk dibuat sesuai desain yang ia inginkan.
“Saya memiliki banyak kemeja batik, beberapa saya buat berbeda dari cara orang Indonesia memakainya, seperti kemeja biasa. Saya membuat potongan seperti ini, tanpa kancing, jadi Anda memakainya seperti ini, sangat bagus. Jadi saya yang menciptakan desain ini, saya mematenkannya, jadi saya memperkenalkannya di Indonesia,” ujar Jose Ramos-Horta sambil menunjukkan model kemejanya kepada para jurnalis.
Pernyataan tersebut langsung mengundang tawa dan perhatian awak media yang hadir. Presiden peraih Nobel Perdamaian itu dikenal sebagai salah satu pemimpin yang memiliki kedekatan khusus dengan Indonesia dan kerap mengenakan batik dalam berbagai kesempatan resmi maupun informal.
Selain berbicara mengenai batik, Jose Ramos-Horta juga menyoroti eratnya hubungan Indonesia dan Timor-Leste. Menurutnya, berbagai kebutuhan masyarakat Timor-Leste banyak berasal dari Indonesia, mulai dari pakaian, sepatu, hingga produk konsumsi sehari-hari.
Ia juga menyebut masyarakat Timor-Leste sangat akrab dengan budaya populer Indonesia, termasuk musik dan media.
Bahkan, beberapa hari sebelumnya ia mengaku baru menggelar konser bersama musisi legendaris Indonesia, Iwan Fals, di Timor Leste. Menurut Jose Ramos-Horta, hubungan kedua negara saat ini terus berkembang dan semakin kuat melalui kerja sama ekonomi, investasi, serta pertukaran budaya.
