beritalokal.my.id, Jakarta – Presiden Timor Leste Jose Ramos-Horta menegaskan pentingnya dialog dalam upaya menyelesaikan krisis politik di Myanmar. Menurutnya, ASEAN perlu tetap membuka ruang komunikasi dengan para pemimpin Myanmar guna mendorong proses rekonsiliasi dan pemulihan demokrasi di negara tersebut.
Dalam sesi doorstop usai menghadiri Leadership Lecture ERIA School of Government di Jakarta pada Selasa, 2 Juni 2026, Ramos-Horta mengatakan bahwa implementasi keputusan ASEANMyanmar hanya dapat dilakukan jika para pemimpin kawasan tetap berkomunikasi dengan pihak yang sedang berkuasa di negara tersebut.
“Untuk mengimplementasikan posisi ASEAN, Anda harus berbicara. Anda tidak hanya berbicara dengan orang-orang yang Anda setujui. Anda harus berbicara dengan orang-orang yang pendapatnya berbeda dengan Anda,” ujar Ramos-Horta.
Pernyataan tersebut disampaikan saat menanggapi pertanyaan mengenai kemungkinan kembalinya perwakilan politik Myanmar, termasuk pemimpin junta, ke forum-forum ASEAN. Menurut Ramos-Horta, dialog aktif merupakan langkah yang diperlukan untuk mendorong perubahan positif di Myanmar.
Ia menilai ASEAN tidak perlu menunggu pemulihan demokrasi secara penuh sebelum membangun kembali komunikasi politik dengan Myanmar. Namun, menurutnya, kepemimpinan Myanmar perlu menunjukkan itikad baik terlebih dahulu, salah satunya dengan membebaskan para tahanan politik.
Ramos-Horta secara khusus menyoroti nasib Aung San Suu Kyi. Ia berharap pemimpin Myanmar tersebut dapat dibebaskan dan diperlakukan secara manusiawi.
“Bebaskan Suu Kyi kembali ke rumahnya dan perlakukan dia dengan baik. Tujuannya adalah membebaskan lebih banyak tahanan, mengosongkan penjara, dan memulai proses yang dinamis,” katanya.
Presiden Timor-Leste itu juga menyatakan bahwa jika langkah-langkah tersebut dilakukan, maka para pemimpin ASEAN dapat mempertimbangkan untuk kembali mengundang Myanmar secara lebih aktif dalam berbagai forum regional. Menurutnya, dialog tetap menjadi kunci untuk mendorong stabilitas dan penyelesaian konflik secara damai di kawasan Asia Tenggara.
