beritalokal.my.id, Jakarta – Telegram telah mengambilalih The Open Network setelah meninggalkan rencana jaringan kripto bertahun-tahun karena pengawasan regulasi. Telegram akan memakai kembali nama asli yang direncanakan untuk token Toncoin (TON).
Mengutip Yahoo Finance, ditulis Selasa (2/6/2026), CEO dan salah satu pendiri Telegram, Pavel Durov, menulis pada Senin, 1 Juni 2926 di saluran resminya Toncoin akan diubah namanya menjadi Gram, nama asli yang diusulkan untuk token asli Telegram sebelum proyek tersebut dibatalkan dan diambil alih oleh pengembang komunitas.
“Gram adalah nama asli mata uang TON dalam white paper pertama,” tulisnya.
“Kami kembali ke akar kami, dan memulai babak baru. Perubahan nama ini akan membuka jalan bagi langkah selanjutnya.”
Durov mengatakan, The Open Network akan mempertahankan merek TON-nya, meskipun ada perubahan nama token, dan prosesnya akan memakan waktu sekitar tiga minggu. Ia menyebutnya sebagai langkah terbaru dalam proses yang disebut “Make TON Great Again.”
Langkah terbesar sebelumnya mungkin adalah pengumuman Durov pada Mei kalau Telegram sendiri akan “[menggantikan] TON Foundation sebagai kekuatan pendorong di balik TON dan [menjadi] validator terbesarnya.” Jaringan tersebut juga memangkas biaya transaksi dan meningkatkan laju blok untuk memproses transaksi lebih cepat.
Pasar tampaknya merespons positif pengumuman Durov, dengan harga TON melonjak lebih dari 13% dalam sehari terakhir ke harga terbaru US$ 2,12 atau Rp 37.913 (asumsi kurs dolar AS terhadap rupiah di kisaran 17.880). Harga sempat naik hingga US$ 2,26 atau Rp 40.417 pada awal hari.
Pada harga saat ini, TON naik sekitar 58% dalam sebulan terakhir, tetapi masih turun sekitar 74% dari harga puncak $8,25 yang ditetapkan pada tahun 2024 selama demam game kripto Telegram yang melahirkan game-game populer seperti Hamster Kombat dan Notcoin.
Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual Kripto. beritalokal.my.id tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.
Membedah TON Coin, Kripto Milik Telegram
PerbesarAset kripto Bitcoin, Altcoin, hingga Meme Coin. (Ilustrasi By AI)
Sebelumnya, Toncoin (TON) adalah mata uang kripto asli dari blockchain lapisan-1 yang terdesentralisasi, The Open Network (TON). Blockchain TON bersumber terbuka dan didukung oleh banyak kontributor jaringan, termasuk organisasi nirlaba yang berbasis di Swiss, TON Foundation.
Dilansir dari Coinmarketcap, Selasa (11/6/2024), sejak tahun 2017, tim Telegram telah mengembangkan basis kode untuk jaringan blockchain, yang kemudian diberi nama Telegram Open Network (TON), dengan mata uang kripto asli bernama Gram.
Pada Mei 2020, pendiri dan CEO Telegram Pavel Durov mengumumkan berakhirnya keterlibatan Telegram dengan TON Blockchain menyusul perintah pengadilan oleh SEC. Token Gram tidak pernah dikeluarkan.
Sejak 2020, teknologi ini telah dikembangkan oleh komunitas pengembang independen dan penggemar blockchain. Yayasan nirlaba TON adalah pendukung yang paling menonjol.
The Open Network
Blockchain diubah namanya dari “Telegram Open Network” menjadi “The Open Network,” dengan Toncoin sekarang menjadi mata uang kripto asli dari jaringan TON.
Whitepaper berisi bagian dari basis kode asli yang ditulis oleh Dr. Nikolai Durov, salah satu pendiri Telegram dan saudara laki-laki Pavel Durov. Toncoin menggunakan model konsensus proof-of-stake (PoS) untuk skalabilitas dan keandalan jaringan.
Visi TON Foundation adalah memberdayakan 500 juta pengguna untuk memiliki identitas digital, data, dan aset mereka pada 2028 dengan memberdayakan pengembang untuk membangun ekosistem Web3 di Telegram Messenger.
