beritalokal.my.id, Jakarta – Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) makin tertekan pada sesi pertama perdagangan saham Rabu, (3/6/2026). IHSG hari ini turun lebih dari 4 persen di tengah seluruh sektor saham tertekan.
Mengutip data RTI, IHSG melemah 4,34% ke 5.924. Indeks saham LQ45 melemah 4,13% menjadi 593. Seluruh indeks saham acuan tertekan.
“Kami perkirakan koreksi yang terjadi Jakarta Composite Index saat ini disebabkan oleh adanya pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS,” ujar Analis PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana saat dihubungi beritalokal.my.id.
Ia menuturkan, pergerakan IHSG juga dibebabni oleh emiten konglomerasi yang selama dua hari belakangan ini bergerak menguat signifikan, bahkan mengalami auto reject atas (ARA). “Dari sisi teknikal, pergerakan JCI masih berada di fase downtrend-nya dan belum menunjukkan ada tanda pembalikan arah yang valid,” kata dia.
Jelang penutupan sesi pertama, IHSG berada di level tertinggi 6.213,80 dan level terendah 5.919,75. Sebanyak 688 saham melemah sehingga bebani IHSG. 55 saham menguat dan 71 saham diam di tempat.
Total frekuensi perdagangan 1.619.719 kali dengan volume perdagangan saham 23,5 miliar saham. Nilai transaksi harian Rp 13,4 triliun. Posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 17.924.
Seluruh sektor saham tertekan. Sektor saham energi turun 6,46%, sektor saham basic melemah 8,91%, sektor saham industri merosot 5,6%, sektor saham consumer nonsiklikal terpangkas 4,39%.
Lalu sektor saham consumer siklikal turun 3,61%, sektor saham keuangan merosot 3%, sektor saham siklikal tergelincir 3,63%. Selanjutnya sektor saham properti melemah 4,85%, sektor saham teknologi turun 2,46%, sektor saham infrastruktur terpangkas 6,25% dan sektor saham transportasi merosot 5,08%.
IHSG Dibuka Menguat
PerbesarSepanjang perdagangan hari ini (30/5), IHSG bergerak pada kisaran 5.693,39 – 5.730,06, Jakarta, Selasa (30/5). (beritalokal.my.id/Angga Yuniar)
Sebelumnya, laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu pagi, dibuka menguat 11,67 poin atau 0,19 persen ke posisi 6.207,10.
Dikutip dari Antara, Rabu (3/6/2026), kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 turun 0,25 poin atau 0,04 persen ke posisi 619,02.
Prediksi IHSG Hari Ini
Sebelumnya, laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi menguat pada perdagangan saham Rabu, (3/6/2026). IHSG hari ini akan menguji 6.362-6.484. Lalu bagaimana strategi rekomendasi saham-nya?
IHSG naik 1,11% ke 6.195, tetapi disertai dengan munculnya volume tekanan jual meskipun tidak begitu besar, pergerakannya pun cenderung sideways pada perdagangan saham Selasa, 2 Juni 2026.
“Kami memperkirakan, posisi pergerakan IHSG saat ini, diperkirakan masih berada bagian dari wave [v] dari wave A dari wave (2) pada label hitam,” ujar Analis PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana.
Ia menuturkan, area penguatan IHSG akan menguji 6.362-6.484, dengan area koreksi terdekat berada di 5.889-6.080. Herditya menuturkan, IHSG akan berada di level support 5.996,5.899 dan level resistance 6.318,6.459 pada perdagangan saham Rabu pekan ini.
Dalam riset PT Pilarmas Investindo Sekuritas menyebutkan, IHSG berpotensi menguat terbatas dengan level support dan level resistance di 5.880-6.220.
Rekomendasi Saham
Untuk rekomendasi saham hari ini, PT Pilarmas Investindo Sekuritas memilih saham PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN), PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk (SSMS), dan PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB).
Di sisi lain, Herditya memilih saham PT Barito Pacific Tbk (BRPT), PT Impack Pratama Industri Tbk (IMPC), PT Vale Indonesia Tbk (INCO), dan PT Kalbe Farma Tbk (KLBF).
