BeritaLokal, Jakarta – Harga perak PT Aneka Tambang Tbk (Antam) menguat pada Senin, 6 Juli 2026, seiring dengan pergerakan harga perak dunia yang melemah. Data dari laman logammulia.com menunjukkan bahwa Antam mencatat kenaikan harga perak sebesar Rp 200 menjadi Rp 42.150, sementara harga di perdagangan sebelumnya adalah Rp 41.950.
Antam menawarkan perak batangan 250 gram hingga 500 gram dengan harga masing-masing: Rp 11.062.500 dan Rp 21.200.000, serta perak butiran murni 99,95% yang dibanderol di bawahnya. Sementara itu, harga perak dunia turun 0,75% menjadi US$ 61,92, meski tetap berada di atas level US$ 62 per ons pada Senin. Penurunan ini disebabkan oleh data pekerjaan AS yang lebih lemah dari perkiraan dan harga minyak yang lebih rendah, yang mengurangi ekspektasi kenaikan suku bunga Federal Reserve.
Harga minyak sedikit turun karena pulihnya aliran energi melalui Selat Hormuz dan prospek peningkatan pasokan OPEC+ memicu kekhawatiran tentang potensi kelebihan pasokan. Hal ini membantu meredakan tekanan inflasi, yang sebelumnya meningkatkan kekhawatiran kenaikan suku bunga lebih lanjut. Data pekerjaan non-pertanian AS pada Juni hanya menunjukkan kenaikan 57.000 lapangan kerja, jauh di bawah proyeksi 110.000, yang mendorong para pedagang untuk mengurangi taruhan mereka pada kenaikan suku bunga September. Menurut alat CME FedWatch, probabilitas kenaikan suku bunga turun menjadi 50%, dari 66% sebelum laporan tersebut.
Sementara itu, harga emas dunia akhiri tren penurunan empat pekan terakhir dengan kenaikan mingguan pertama dalam satu bulan setelah investor mengurangi ekspektasi kenaikan suku bunga Bank Sentral Amerika Serikat (The Fed). Harga emas spot naik 1,4% menjadi US$ 4.182,28 per ons, dengan logam mulia diperkirakan membukukan kenaikan sekitar 2,3% sepanjang pekan. Kontrak berjangka emas AS juga mengalami kenaikan sekitar 1,5%.
Kenaikan harga emas disebabkan oleh tekanan inflasi, penguat dolar AS, serta sikap agresif beberapa bank sentral setelah konflik antara Amerika Serikat dan Iran. Harga emas mencatat kinerja kuartalan terburuk dalam 13 tahun pada April-Juni 2026, mengalami penurunan sebesar 22% dari rekor tertinggi US$ 5.300 per ons pada Januari lalu.
Harga logam lainnya juga menguat di pasar jangka pendek. Perak spot melonjak 2,9% menjadi US$ 62,77 per ons, dengan berpeluang mencatat kenaikan mingguan sekitar 6,7%. Platinum dan palladium juga mengalami kenaikan masing-masing sebesar 2,8% dan 1%, hingga level US$ 1.660,10 dan US$ 1.280,09 per ons. Analis OCBC menyatakan optimisme terhadap prospek harga emas setelah data pekerjaan AS yang lebih lemah dari perkiraan, meski mengingatkan investor untuk tetap berhati-hati karena tingkat pengangguran stabil dan risiko inflasi masih tinggi.
Artikel Terkait
Harga Emas Pegadaian 2026: Galeri24, UBS & Antam Stabil Kompak
6 Juli 2026
Harga Emas Antam Stagnan di 2026: Daftar Harga Lengkap
6 Juli 2026
Harga Emas Pegadaian: Antam, UBS dan Galeri24 Kompak Naik
4 Juli 2026
Harga Emas Antam naik Rp 19 juta, buyback lebih tinggi pada 4 Juli 2026
4 Juli 2026
Harga Emas Antam Naik Rp 11 Juta, Simak Daftar Lengkap di Sini
3 Juli 2026
Emas Antam: Harga Naik Rp 15K, Buyback Melonjak Rp 25K
2 Juli 2026
Harga Emas Antam Turun Rp 5Jt, Simak Update Lengkap
1 Juli 2026
BSI Optimalkan Pembiayaan Produktif dengan SAL yang Perkuat Likuiditas
30 Juni 2026
Memuat komentar...