Harga Emas Dunia Melonjak Hari Ini

beritalokal.my.id, Jakarta – Harga emas bergerak menguat pada perdagangan Selasa (Rabu waktu Indonesia). Pergerakan ini terjadi seiring langkah para pelaku pasar yang terus memantau perkembangan terbaru di Timur Tengah, menyusul pernyataan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump bahwa pembicaraan dengan Iran masih terus berlangsung.

Dikutip dari CNBC, Rabu (3/6/2026), harga emas AS ditutup naik 0,3% ke level US$ 4.519,90 per ons.

Menanti Arah Pasar dan Sentimen Geopolitik

Analis pasar dari Forex.com, Fawad Razaqzada, menilai bahwa arah pergerakan pasar emas saat ini sangat bergantung pada beberapa faktor makroekonomi utama.

“Tren pasar emas bergantung pada arah harga minyak, imbal hasil (yield) obligasi, dan pergerakan dolar AS. Semua faktor tersebut, pada gilirannya, saling terikat dengan situasi di Timur Tengah,” ujar Razaqzada.

Ia menambahkan bahwa pasar saat ini cenderung kehilangan arah karena para pelaku pasar lebih memilih untuk bersikap wait and see

“Untuk membuat saya kembali optimistis terhadap emas, kita perlu melihat setidaknya ada momentum kenaikan baru yang menunjukkan kembalinya para pembeli. Namun saat ini, pasar tampak kurang bergairah karena partisipan sebagian besar sedang menunggu kepastian sinyal, terutama dari perkembangan di Timur Tengah,” jelasnya.

Dari sisi geopolitik, kantor berita Mehr asal Iran melaporkan bahwa pihak Iran sedang meninjau proposal kesepakatan dengan Amerika Serikat untuk menghentikan konflik antara kedua negara. Laporan ini muncul setelah Trump mengonfirmasi bahwa negosiasi untuk mencapai kesepakatan tersebut masih berjalan.

Sejak konflik tersebut pecah, harga emas terus berada di bawah tekanan. Lonjakan harga energi memicu kekhawatiran inflasi, yang kemudian melahirkan ekspektasi bahwa suku bunga akan dipertahankan di level tinggi.

Meskipun emas secara tradisional dianggap sebagai instrumen lindung nilai (hedge) terhadap inflasi, daya tariknya sebagai aset tanpa imbal hasil (non-yielding asset) cenderung meredup ketika suku bunga berada di level yang tinggi.

Fokus Data Tenaga Kerja AS dan Proyeksi Harga

PerbesarPenampakan emas batangan di gerai Butik Emas Antam di Jakarta. (beritalokal.my.id/Angga Yuniar)

Selain isu geopolitik, investor minggu ini juga fokus mencermati rilis data ekonomi penting dari Amerika Serikat.

Beberapa di antaranya adalah laporan ketenagakerjaan versi ADP yang dirilis hari Rabu dan data resmi ketenagakerjaan (Non-Farm Payroll) pada hari Jumat. Pasar akan membedah data ini untuk mencari petunjuk mengenai arah kebijakan moneter bank sentral AS, Federal Reserve (The Fed), ke depan.

Di sisi lain, Commerzbank memotong proyeksi harga emas mereka untuk akhir tahun ini menjadi US$ 4.800 per troy ounce, turun dari perkiraan sebelumnya yang berada di angka US$ 5.000.

Meski demikian, bank asal Jerman tersebut tetap mempertahankan target harga emas di level US$5.200 untuk akhir tahun 2027.

Mereka mencatat bahwa faktor struktural yang mendukung penguatan emas jangka panjang masih tetap utuh.

“Selain memangkas proyeksi harga emas, melemahnya permintaan industri terhadap perak juga mengindikasikan bahwa harga perak kemungkinan akan sedikit lebih rendah,” tutup Commerzbank dalam analisanya.



error: Content is protected !!