BeritaLokal, Jakarta – Pada 1 Februari lalu, Grammy Awards 2026 menyajikan 95 kategori yang menggambarkan tren musik global. Tahun depan, acara ini diprediksi akan makin dinamis dengan penjelmaan lima kategori baru yang menyoroti dampak musik Asia di industri hiburan. Kategori tersebut mencakup Best Asian Pop Music Performance, mengingatkan pada peran kunci musik pop Asia dalam memperkuat budaya global.
Selain itu, Grammy Awards 2026 menambah kategori terkait seni tradisional seperti Best Traditional Pop Vocal Performance dan Best Traditional Folk Album. Kategori ini bertujuan untuk merepresentasikan kekuatan musik yang berasal dari wilayah Asia secara akurat, tanpa memperhatikan asal etnis atau kewarganegaraan penampil.
Dalam konferensi pers, CEO Recording Academy Harvey Mason Jr. mengungkapkan bahwa pihaknya merasa kategori ini perlu dibuat untuk lebih tepat mencerminkan skala dan dampak musik Asia yang terus berkembang. “Musik pop Asia adalah salah satu kekuatan global yang paling signifikan, dengan berbagai genre seperti K-pop, J-pop, dan Mandopop memperkuat budaya di seluruh dunia,” kata dia.
Penggunaan bahasa Asia dalam lagu harus bersifat utama, bukan sekadar insidental. Dalam kategori ini, rekaman yang terdiri dari dua atau lebih bahasa Asia diperlukan untuk memenuhi syarat. Penggunaan bahasa asing atau kata-kata terisolasi tidak diakui.
Kriteria tambahan menyebutkan bahwa performa musikal harus berasal dari murni, tanpa pengaruh etnis atau kewarganegaraan penampil. Karya musik pop Asia yang berasal dari Asia atau diaspora Asia tetapi tidak memenuhi syarat untuk kategori ini akan diikutsertakan dalam kategori lain jika memenuhi kriteria.
Dengan demikian, Grammy Awards 2027 dipastikan akan menjadi acara yang menarik dengan penjelmaan lima kategori baru, terutama yang berfokus pada pengakuan musik Asia sebagai bagian dari industri hiburan global. Kebijakan ini menggambarkan perubahan dalam cara memperhitungkan kekuatan budaya di dunia musik.