BeritaLokal, Jakarta – PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk (GMF) atau GMF Aero Asia menunjukkan kepercayaan yang tinggi terhadap pertumbuhan bisnisnya di tengah kinerja positif pada kuartal pertama 2026. Direktur Keuangan GMF, Tri Hartono, menjelaskan target pendapatan, EBITDA, dan laba bersih untuk tahun 2026, serta pencapaian yang dicatat sepanjang 2025.
Pada kuartal I 2026, GMF mencetak pendapatan sebesar US$ 114,94 juta, meningkat 20,53% dibandingkan periode sama tahun lalu. Angka ini dipengaruhi oleh peningkatan aktivitas perawatan pesawat di segmen komersial penerbangan (commercial aviation), yang menjadi kontributor utama bisnis perusahaan. Selain itu, EBITDA mencapai US$ 17,56 juta, melampaui target kuartal yang ditetapkan, menunjukkan efisiensi operasional yang meningkat. Laba bersih GMF juga mencatat peningkatan signifikan sebesar 178,36% secara tahunan dari US$ 3,79 juta menjadi US$ 6,76 juta.
Pada kuartal I 2025, GMF berhasil memperoleh pendapatan sebesar US$ 491,8 juta, meningkat 109,65% dari target tahunan. EBITDA tercapai US$ 80,24 juta, atau sekitar 108% dari target, sementara laba bersih mencapai US$ 33,96 juta. Kinerja ini menunjukkan pertumbuhan yang konsisten, meskipun beban kewajiban perusahaan masih tergantung pada struktur aset dan liabilitasnya.
Dalam neraca, GMF memiliki total aset sebesar US$ 812,98 juta (ASSET LANCAR: US$ 303,89 juta; ASSET TIDAK LANCAR: US$ 509,08 juta) dan liabilitas sebesar US$ 698,41 juta (LIABILITY JANGKA PANDEUN: US$ 305,22 juta; LIABILITY JANGKA DENDA: US$ 393,18 juta). Rasio lancar (current ratio) mencapai 99%, yang menunjukkan kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka pendek masih relatif terbatas karena berada sedikit di bawah angka ideal 100%.
Perusahaan memperkuat kepercayaan pada arah pertumbuhan dengan menargetkan pendapatan US$ 542,79 juta, EBITDA US$ 81,82 juta, dan laba bersih US$ 34,47 juta untuk tahun 2026. Tri Hartono mengatakan bahwa kinerja Q1 2026 memberikan awal positif bagi GMF dalam memperkuat kepercayaan investor terhadap potensi pertumbuhan bisnisnya.
Selain itu, perusahaan tetap menekankan pentingnya efisiensi operasional dan pengelolaan biaya yang disiplin untuk mengoptimalkan laba bersih. Dengan demikian, GMF berharap kinerja tahunan 2026 akan terus memperkuat fundamental bisnisnya di industri penerbangan komersial.