Giliran Praz Teguh dan Paula Verhoeven Diperiksa Sebagai Saksi Kasus Hanania Travel

BeritaLokal, Jakarta – Penyidik Polda Metro Jaya terus memperkuat investigasi kasus dugaan penipuan Hanania Travel dengan melakukan pemeriksaan saksi yang diduga berperan dalam promosi perusahaan tersebut. Kasubbid Penmas Polda Metro Jaya, Kompol Tiksnarto Andaru Rahutomo, mengatakan bahwa penyidikan saat ini fokus pada pemenuhan persyaratan hukum terkait kecurangan yang dituduh dilakukan Hanania Travel.

Pemeriksaan pertama dilakukan pada hari Senin (8/6) terhadap dua influencer, Praz Teguh dan Paula Verhoeven, yang diduga memiliki hubungan erat dengan perusahaan. Menurut Andaru, keduanya memberikan informasi lengkap tentang kontrak kerja sama antara Hanania Travel dan para saksi. Sementara itu, pemeriksaan pada hari Rabu (10/6) menyoroti kebutuhan lebih lanjut untuk memeriksa tiga influencer lain, yaitu MTA, AM, dan AS.

Penyidik juga menyebutkan adanya pengecekan terhadap para influencer yang akan diperiksa esok hari, dengan pihak Hanania Travel menegaskan keinginan untuk memperkuat hubungan persaingan di bidang promosi. “Para saksi ini memberikan informasi bahwa mereka menerima paket umrah gratis sebagai bagian dari kontrak kerja sama,” kata Andaru.

Pembenaran tersebut disampaikan dalam wawancara dengan para influencer, yang mengekspor ke media sosial konten promosi Hanania Travel. “Hanania Travel memberikan pengalaman umrah bagi para influencer sebagai bentuk kemitraan strategis untuk meningkatkan jumlah penonton,” terang Andaru.

Selama pemeriksaan, penyidik menemukan bahwa beberapa saksi mengungkapkan keuntungan finansial mereka dari kontrak tersebut. Dalam skenario ini, Hanania Travel menyebutkan paket umrah merupakan bentuk penghargaan untuk para influencer yang terlibat dalam promosi produknya. “Paket umrah ini tidak hanya sebagai imbalan, tetapi juga memperkuat visibilitas perusahaan di pasar global,” kata penyidik.

Sampai saat ini, pihak penyidik telah menerima keterangan dari enam influencer. Dalam proses pengembangan kasus, mereka terus mengidentifikasi nama-nama baru yang mungkin turut berperan dalam penyebaran informasi palsu. “Kami tetap mempertahankan kebijakan untuk menanyakan keterangannya jika ada saksi lain yang menyebutkan kecurangan,” kata Andaru.

Pemeriksaan akan terus dilanjutkan, dengan proses ini berdampak langsung pada penyelidikan terhadap pelaku utama dan pihak terkait dalam kasus penipuan Hanania Travel.