Geopolitik di Timur Tengah Mengalami Penurunan, Harga Pertamax Berpotensi Menurun

BeritaLokal, Jakarta – Ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang sebelumnya mengguncang pasar minyak dunia kini mulai mereda, menimbulkan spekulasi bahwa harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi seperti Pertamax di Indonesia mungkin mengalami penurunan. Ekonom energi dari Core Indonesia, Muhammad Ishak Razak, menyebutkan bahwa kesepakatan damai antara AS dan Iran bisa menjadi pemicu stabilitas ekonomi nasional, termasuk sektor energi dan inflasi.

Menurut Razak, kebijakan ini memperkuat sentimen bahwa harga minyak dunia akan terkoreksi karena risiko geopolitik yang menggerogoti pasar mengalami penurunan. Dampaknya, biaya asuransi dan logistik pengiriman minyak mentah menjadi lebih murah, sehingga harga minyak global langsung merespons perubahan kondisi tersebut. Namun, ia menegaskan bahwa penurunan harga minyak dunia tidak akan segera terasa di pasar BBM nonsubsidi karena mekanisme penetapan harga Pertamax berdasarkan rata-rata harga minyak dan kurs rupiah.

“Penurunan harga minyak global baru akan muncul pada siklus penyesuaian harga Juli, setelah Juni mencatat penurunan,” kata Razak. Dengan asumsi harga minyak dunia tetap berada di kisaran US$ 78 per barel dan rupiah stabil, Pertamina memiliki peluang menurunkan harga Pertamax dari Rp 16.250 menjadi sekitar Rp 14.000 hingga Rp 15.000 per liter pada periode mendatang.

Ishak menjelaskan bahwa kenaikan kekuatan rupiah dan penurunan inflasi bisa terjadi jika sentimen ekonomi domestik membaik. Namun, ia juga menekankan bahwa perubahan harga BBM nonsubsidi bergantung pada dinamika pasar minyak global. “Jika harga minyak terus melemah dan rupiah menguat, penurunan harga Pertamax bisa berlanjut,” kata dia.

Sementara itu, kebijakan ekonomi nasional yang diharapkan mendorong penguatan nilai tukar rupiah masih membutuhkan kondisi makroekonomi yang stabil. Razak menyarankan agar para pelaku pasar tetap bersikap sabar dan menggali informasi terkini dari lembaga kebijakan moneter untuk memantau perubahan harga minyak.

Dengan demikian, meski belum ada penurunan drastis pada harga Pertamax, dampak kenaikan daya beli masyarakat dan pembangungan neraca perdagangan masih menjadi prioritas utama.

error: Content is protected !!