Emiten CBDK Raup Pendapatan Rp 743 Miliar

BeritaLokal, Jakarta – PT Bangun Kosambi Sukses Tbk (CBDK) menciptakan pencapaian pendapatan kuartal I 2026 yang menunjukkan perubahan signifikan, sebesar Rp 743 miliar, naik 74% dibanding periode sama tahun lalu. Direktur Keuangan CBDK, Yohanes Edmond Budiman, mengungkap data ini dalam acara Public Expose Live 2026, Kamis (11/6/2026).

Peningkatan pendapatan tersebut dipengaruhi oleh penjualan kaveling tanah komersial yang tumbuh secara signifikan. Yohanes menegaskan bahwa laba bersih CBDK mencapai Rp 542 miliar, naik 317% tahunan. Kenaikan ini disebabkan oleh optimasi monetisasi kawasan bisnis CBD PIK2 dan peningkatan profitabilitas perusahaan.

CBDK mempertahankan profil keuangan yang sangat sehat dengan total aset mencapai Rp 22,4 triliun dan kas sekitar Rp 2,7 triliun pada 31 Maret 2026. Struktur permodalan konservatif ini memberikan fleksibilitas untuk menangkap peluang pertumbuhan jangka panjang. Selain itu, CBDK terus melakukan diversifikasi sumber pendapatan melalui pengembangan aset recurring income di kawasan PIK2.

Dalam upaya menjaga keseimbangan antara fundamental perusahaan dan kondisi pasar, CBDK melakukan langkah buyback saham sebesar Rp 250 miliar dari kas internal. Pembelian saham ini dilakukan antara 20 Mei hingga 19 Agustus 2026, sesuai ketentuan Pasal 8 dan 14 POJK 13/2023 serta POJK 29/2023. Yohanes menjelaskan bahwa keputusan ini bertujuan untuk menstabilkan harga saham dalam kondisi pasar yang fluktuatif, sementara juga memberikan indikasi investor bahwa harga saham saat ini belum sepenuhnya mencerminkan fundamental perusahaan.

Kebijakan buyback saham tidak terkait penurunan kinerja atau pelemahan fundamental, tetapi lebih pada respons terhadap kondisi pasar yang dipengaruhi faktor eksternal dan sentimen pasar. Peningkatan harga saham CBDK mencatatkan penurunan sebesar hingga 50% sejak awal tahun 2026, sementara IHSG mengalami penurunan sekitar 25%. “Buyback saham dilakukan untuk menjaga keseimbangan antara fundamental perusahaan dan kondisi pasar,” ujar Yohanes.

CBDK menekankan bahwa langkah ini tidak akan memberikan dampak negatif terhadap operasional atau keuangan perusahaan, karena perseroan memiliki modal dan arus kas yang cukup untuk mendukung pembiayaan transaksi pembelian saham secara bersamaan dengan aktivitas usaha.

error: Content is protected !!