Medan (beritalokal.my.id)-Citra pelayanan di kawasan wisata Berastagi, Kabupaten Karo, kembali mendapat sorotan. Seorang wisatawan asal Kota Medan melaporkan dugaan penganiayaan yang dilakukan oleh pengelola sebuah warung di Kawasan Panatapan, jalur wisata Jalan Jamin Ginting, Kecamatan Berastagi.
Kasus ini kini tengah ditangani Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Polda Sumut).
Laporan tersebut resmi diterima Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Sumut dengan nomor LP/B/859/VI/2026/SPKT/POLDA SUMATERA UTARA tertanggal 1 Juni 2026.
Pelapor adalah Zulfasiah (43), warga Kelurahan Pulo Brayan Bengkel Baru, Kecamatan Medan Timur, Medan.
Berdasarkan dokumen laporan polisi, peristiwa bermula pada Minggu (31/5/2026) sekitar pukul 15.52 WIB.
Saat itu, korban bersama rombongan keluarga singgah di Warung Penatapan Brama (RM Ayam Penyet Barata) di Desa Doulu, Kecamatan Berastagi, dalam perjalanan dari Medan.
Suami korban, UA, menceritakan bahwa setelah rombongan memesan makanan dan minuman, seorang perempuan yang diduga pemilik warung mendatangi meja mereka.
Perempuan tersebut mempertanyakan jumlah pesanan yang dinilai terlalu sedikit dan tidak sebanding dengan jumlah orang dalam rombongan.
“Perempuan itu awalnya di bagian kasir, lalu menemui kami dan mempermasalahkan pesanan kami yang sedikit,” kata UA saat dikonfirmasi, Rabu (3/6/2026).
Pertanyaan tersebut memicu adu mulut antara pengelola warung dan salah satu anggota keluarga korban. Situasi memanas ketika terlapor diduga melontarkan kata-kata kasar.
Menurut UA, istrinya berusaha menenangkan situasi dengan menegur terlapor. Namun, terlapor justru melayangkan pukulan yang mengenai bibir bawah bagian kanan korban hingga mengalami luka robek dan berdarah. Setelah kejadian tersebut, pihak korban memutuskan untuk membawa kasus ini ke jalur hukum.
“Kami berharap laporan ini segera diproses secara hukum. Kami juga berharap ke depan para pelaku usaha di kawasan wisata Berastagi bisa lebih ramah dan memberikan pelayanan yang baik agar kejadian serupa tidak terulang,” ujar UA.
Dugaan kekerasan ini memicu keprihatinan dari sejumlah pihak lantaran terjadi di salah satu destinasi wisata andalan Sumut.
Jalur Penatapan Berastagi selama ini menjadi magnet wisatawan domestik karena menawarkan pemandangan alam dan kuliner khas.
Kasus ini dikhawatirkan dapat memengaruhi citra pariwisata daerah jika tidak diselesaikan dengan tegas.
Hingga berita ini ditulis, pihak pengelola Warung Penatapan Brama belum memberikan keterangan resmilaporan tersebut.
Sementara itu, pihak Polda Sumut menyatakan kasus ini masih dalam proses penyelidikan.
