BeritaLokal, Jakarta – PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT) terus memperkuat posisi sebagai perusahaan konstruksi global dengan fokus pada ekspansi proyek infrastruktur di Arab Saudi dan negara-negara Timur Tengah. Perusahaan BUMN sektor konstruksi ini menggarisbawahi komitmen strategisnya untuk menangkap tender proyek infrastruktur bersifat kritis, seperti pembangunan Masjidil Haram dan pengembangan area pendidikan serta kesehatan.
Corporate Secretary WSKT Ermy Puspa Yunita mengatakan bahwa ekspansi ini didorong oleh kebijakan strategis seperti menjalin kemitraan dengan pihak lokal dan internasional, serta memperkuat kapasitas teknis dalam pengelolaan proyek besar. “Kami optimis bisa mencapai langkah itu didorong oleh berbagai strategi, di antaranya menjalin kemitraan strategis agar lebih mudah menangkap peluang dan mengikuti tender proyek infrastruktur di Arab Saudi,” kata Ermy dalam wawancara dengan Antara.
Pengembangan proyek infrastruktur WSKT telah memperkuat posisi perusahaan sebagai salah satu pihak terkemuka di industri konstruksi global. Sejak beroperasi sejak 1953, WSKT telah mengerjakan lebih dari 100 proyek infrastruktur dalam 10 tahun terakhir, termasuk pembangunan gedung pencakar langit, masjid, sekolah, dan infrastruktur konektivitas. Proyek paling monumentalnya adalah renovasi area terbuka yang mengelilingi Ka’bah atau Mataf di Masjidil Haram pada 2013, senilai 59 juta riyal Saudi.
Proyek ini bertujuan meningkatkan kapasitas penampungan jemaah haji, dengan penguatan jumlah maksimal jemaah yang dapat berkumpul di sana. Pada musim haji 2026, Masjidil Haram kembali dipadati jutaan umat Muslim dari seluruh dunia, dengan dominasi jemaah asal Indonesia mencapai 221.000 orang. Renovasi Mataf sebelumnya hanya mampu menampung 48.000 jemaah, namun setelah direnovasi bisa memuat hingga 105.000 jemaah.
Selain itu, WSKT juga menggarap proyek pendidikan seperti King Saud Fitness College (2011) dengan nilai kontrak 16 juta riyal dan King Saud University of Riyadh Techno Valley (2009) senilai 50 juta riyal. Proyek tambahan mencakup King Abdullah Financial District (KAFD), yang terdiri dari 31 lantai, serta Jeddah Flyover dan King Faisal Specialist Hospital di Jeddah.
Metode konstruksi yang digunakan, seperti formwork slab dan cantilever beam, ditujukan untuk meningkatkan presisi struktur beton sementara menghemat waktu dan biaya. Proyek-proyek ini menunjukkan kesiapan WSKT dalam mengelola proyek besar dengan teknologi terkini, sekaligus memberikan solusi infrastruktur yang bermanfaat bagi dunia internasional.
Sumber: Antara (3/6/2026)
Artikel Terkait
Pemerintah Rilis Insentif Kendaraan Listrik 100 Ribu Mobil
28 Juli 2026
Penjualan Semen 18,27 Juta Ton Naik 5,6% di Semester I 2026
28 Juli 2026
Internet 3T: Platform Global Wajib Berkontribusi
27 Juli 2026
Garuda Indonesia Jadi Holding BUMN, Harga Tiket Bisa Turun
27 Juli 2026
PLN EPI Dorong Ekosistem Hidrogen Hijau Nasional
26 Juli 2026
Jasamarga Luncurkan Transformasi Tollroad Command Center
24 Juli 2026
Purbaya Usahakan Aturan KEK Lebih Ramah Produsen Lokal
23 Juli 2026
Maia Estianty Bicara Nostalgia Rel Kereta
23 Juli 2026
Memuat komentar...