CryptoQuant Ramal Bitcoin Bisa Turun ke US$ 53.600, Ini Alasannya

BeritaLokal, Jakarta – Kriptoquant, perusahaan analitik blockchain terkemuka, mengungkapkan bahwa harga Bitcoin bisa turun hingga US$ 53.600 sebagai titik penting dalam tren pasar yang menunjukkan dua sisi: bullish dan bearish. Namun, mereka menyatakan bahwa ini bukan prediksi pasti.

Sementara itu, level harga realisasi (realized price) yang mencapai US$ 53.600 menjadi indikator kunci dalam menentukan titik terendah siklus pasar Bitcoin. Kepala Riset CryptoQuant, Julio Moreno, menjelaskan bahwa nilai ini dihitung sebagai rata-rata harga beli seluruh pelaku pasar berdasarkan data transaksi on-chain. “Realized price selama ini menjadi tolok ukur valuasi utama aset kripto,” katanya.

Dalam sepekan terakhir, permintaan dari pasar spot dan kontrak perpetual futures turun hingga 652.000 Bitcoin, mencapai kontraksi mingguan terbesar sejak Januari 2022. Selain itu, permintaan ETF Bitcoin spot negatif 74.000 Bitcoin, angka terlemah sejak diluncurkannya produk ini di Amerika Serikat pada Januari 2024. Moreno menegaskan bahwa tidak ada lonjakan kerugian terealisasi yang mencerminkan kapitalisasi pasar yang masih stabil. “Tidak adanya lonjakan kerugian terealisasi menunjukkan bahwa masih banyak pemegang Bitcoin yang berada dalam posisi untung,” kata dia.

Analisis CryptoQuant menunjukkan harga Bitcoin sempat menyentuh level terendah baru dalam siklus bearish di kisaran US$ 59.000, hanya sekitar 9 persen di atas harga realisasi. Namun setelahnya, harga kembali pulih dan diperdagangkan di sekitar US$ 62.150. Moreno menegaskan bahwa level US$ 53.600 bukanlah prediksi pasti. “Meskipun pergerakan tersebut sejalan dengan pembentukan titik terendah pada siklus sebelumnya, tidak ada jaminan harga Bitcoin akan benar-benar mencapai level tersebut,” katanya.

Kondisi pasar saat ini ditandai oleh konsistensi permintaan yang melemah dan pergeseran kecenderungan investor. “Ciri bearish belum terlihat, yaitu kapitulasi besar-besaran investor,” tambah Moreno. Kerugian terealisasi dalam 30 hari terakhir mencapai sekitar 187.000 Bitcoin, yang masih jauh lebih rendah dibandingkan titik kerugian terbesar di masa lalu, seperti saat harga turun di bawah US$ 60.000 atau krisis FTX pada November 2022.

Sementara itu, pasar kripto masih berada dalam fase ketidakpastian, dengan tren bullish bergantung pada pemulihan permintaan. “Pemulihan permintaan tetap menjadi faktor kunci agar pasar dapat memasuki fase bullish,” kata Moreno. Dalam skenario yang mungkin terjadi, harga Bitcoin bisa mengalami penurunan ke level US$ 53.600, namun itu bukanlah garansi.

Kepada pembaca, disarankan untuk tetap berpikir jernih dan mempelajari informasi sebelum mengambil keputusan investasi. “Tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi,” peringatan CryptoQuant.

  • Pilihan: [1] Harga realisasi Bitcoin mencapai US$ 53.600., [2] Permintaan pasar spot dan futures turun hingga 652.000 Bitcoin., [3] Kerugian terealisasi dalam 30 hari terakhir sekitar 187.000 Bitcoin.