Apa alasan Israel serang Lebanon di tengah gencatan senjata?
PerbesarAsap mengepul setelah ledakan di Lebanon selatan dekat perbatasan seperti terlihat dari Upper Galilee, Israel Utara pada Senin 27 April 2026. (Jalaa MAREY/AFP)
, Beirut – Menteri Pertahanan Israel Israel Katz menegaskan negaranya akan tetap melanjutkan operasi militer di Lebanon selatan untuk sementara waktu meskipun Israel dan Lebanon telah menyepakati gencatan senjata yang diumumkan Amerika Serikat.
Pernyataan tersebut disampaikan Katz pada Kamis (4/6/2026), sehari setelah Washington mengumumkan kesepakatan gencatan senjata antara kedua negara yang bertujuan mengakhiri pertempuran lintas perbatasan yang melibatkan kelompok Hizbullah, dikutip dari Reuters.
Dalam keterangannya, Katz mengatakan pasukan Israel akan tetap berada di zona keamanan yang telah dikuasai militer Israel di wilayah Lebanon selatan, termasuk kawasan strategis Kastil Beaufort yang direbut pada akhir pekan lalu.
“Israel untuk sementara waktu akan melanjutkan tembakan dan operasinya di lapangan,” kata Katz.
Ia menambahkan bahwa pasukan Israel akan tetap bertahan di zona keamanan tersebut dan tidak akan mengizinkan penduduk kembali ke wilayah yang kini berada di bawah kendali militer Israel.
Kesepakatan gencatan senjata diumumkan Departemen Luar Negeri AS setelah serangkaian pembicaraan antara pejabat Lebanon dan Israel. Namun, kelompok Hizbullah yang didukung Iran tidak terlibat langsung dalam perundingan tersebut dan hingga kini belum memberikan tanggapan resmi.
Menurut pernyataan AS, gencatan senjata bergantung pada penghentian total serangan oleh Hizbullah serta penarikan seluruh anggotanya dari wilayah antara perbatasan Israel-Lebanon hingga Sungai Litani.
Meski demikian, pernyataan itu tidak mencantumkan kewajiban bagi Israel untuk menarik pasukannya dari Lebanon selatan.
Di tengah pengumuman gencatan senjata, serangan militer masih terus berlangsung. Sumber keamanan Lebanon mengatakan Israel melancarkan sejumlah serangan di wilayah selatan pada Kamis.
Kantor Berita Nasional Lebanon melaporkan satu orang tewas dan satu lainnya terluka dalam serangan drone yang menghantam sebuah sepeda motor. Sementara itu, drone Israel juga dilaporkan terbang rendah di atas ibu kota Beirut.
Targetkan Fasilitas Hizbullah
PerbesarKastel Beaufort di Lebanon selatan terlihat dari kawasan utara Israel, Minggu (31/5/2026). (Dok. AP/Ariel Schalit)
Militer Israel menyatakan operasi yang dilakukan tetap menargetkan fasilitas milik Hizbullah dan memperingatkan warga sipil di Lebanon selatan untuk menjauhi area yang menjadi sasaran operasi.
Konflik antara Israel dan Hizbullah kembali meningkat sejak 2 Maret ketika kelompok tersebut melancarkan serangan lintas perbatasan sebagai bentuk dukungan terhadap Iran yang saat itu terlibat konflik dengan Amerika Serikat dan Israel.
Sejumlah upaya gencatan senjata yang diumumkan Washington sejak April gagal menghentikan pertempuran secara permanen.
Perang tersebut juga menjadi salah satu hambatan utama dalam upaya diplomatik untuk meredakan konflik yang lebih luas di kawasan Timur Tengah. Iran sebelumnya menuntut penghentian serangan Israel di Lebanon sebagai bagian dari kesepakatan yang lebih besar untuk mengakhiri konflik regional.
Menurut otoritas Lebanon, kampanye militer Israel telah memaksa sekitar 1,2 juta warga meninggalkan rumah mereka. Ratusan ribu di antaranya berasal dari Lebanon selatan, wilayah yang mayoritas dihuni komunitas Muslim Syiah.
